Rafid (@mauludirfd15) 's Twitter Profile
Rafid

@mauludirfd15

Makin kesana makin kesini

ID: 1262130861677281280

calendar_today17-05-2020 21:20:31

38,38K Tweet

198 Followers

503 Following

MBG Jelek (@menuembegejelek) 's Twitter Profile Photo

Sebuah gap. Yang satu buah tangan sipil, yang satu lagi campur tangan negara. Yang satu bikinnya pake hati, satunya lagi yang penting bikin. See the difference? ๐Ÿ™‚ #WargaJagaWarga

Sebuah gap.

Yang satu buah tangan sipil, yang satu lagi campur tangan negara. Yang satu bikinnya pake hati, satunya lagi yang penting bikin. See the difference? ๐Ÿ™‚

#WargaJagaWarga
Siskaeee E Nya Tiga (@vvip_siskaeee) 's Twitter Profile Photo

Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam ga ketangkep. Giliran bokepku pake masker kacamata topi dll bisa tuh nangkep xixixi ๐Ÿฅต๐Ÿฅต๐Ÿฅต

๐Ÿ‰iwin๐Ÿ‰ (@niwseir) 's Twitter Profile Photo

Ngeri banget orang ini, di hari yang sama ada orang vokal mengkritik diserang dan disiram air keras, dia koar-koar bilang "menertibkan". Mengerikan.

ะฏizal do (@afrkml) 's Twitter Profile Photo

Dikritik: โŒ berbenah โŒ introspeksi diri โŒ evaluasi โŒ minta maaf krn kurang maksimal โŒ mengajak berbincang dg sehat โœ… tandain akun2 yg kritik untuk dikasih โ€œhadiahโ€ Sungguh dermawan sekali yaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿป

MBG Jelek (@menuembegejelek) 's Twitter Profile Photo

Memenuhi gizi anak kami dengan apa? Roti abon? Malkist? Puding biskuit roma? Brownies tinggi gula? Wafer tango? Keripik tempe? Kacang goreng? Lele marinasi yg gak di-vacum? Pulanglah, gelarlah sajadah, bersimpuh, berdo'a pd Tuhan agar segera mendapat pekerjaan yg lebih halal.

Memenuhi gizi anak kami dengan apa?

Roti abon? Malkist? Puding biskuit roma? Brownies tinggi gula? Wafer tango? Keripik tempe? Kacang goreng? Lele marinasi yg gak di-vacum?

Pulanglah, gelarlah sajadah, bersimpuh, berdo'a pd Tuhan agar segera mendapat pekerjaan yg lebih halal.
MBG Jelek (@menuembegejelek) 's Twitter Profile Photo

Bubarkan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Bubarkan prodi-prodi yang mencetak guru atau sarjana pendidikan. Percumah, lulusannya hanya direndahkan dan dilecehkan terus-menerus oleh negara. Tak pernah sekalipun menjadi prioritas, meski pendidikan adalah amanat konstitusi.