yettiaka (@yettiaka) 's Twitter Profile
yettiaka

@yettiaka

#Penulis

#NovelTerbaru: •Siapa yang Ingin Menjadi Pelari?

•Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian
•Pirgi dan Misota
•Basirah |

📩 [email protected]

ID: 173417701

calendar_today01-08-2010 12:13:40

27,27K Tweet

3,3K Followers

326 Following

sofie syarief (@sofiesyarief) 's Twitter Profile Photo

Di luar bahwa gabungnya Indonesia di so-called Board of Peace ini mengkhianati kedaulatan Palestina, keputusan ini cuma menunjukkan apa yang terjadi saat ada presiden pengen sok tampil di panggung global tapi cuma bermodal narsisisme alih-alih kemampuan berpikir mendalam.

Iman Zanatul Haeri (@zanatul_91) 's Twitter Profile Photo

Jika pemerintah bisa mengangkat pegawai SPPG menjadi PPPK yang standarnya jelas melalui PP 115/2025, mengapa sulit bagi pemerintah membuat PP yang sama untuk guru? Bukankah pegawai SPPG adalah orang yayasan swasta sebagaimana guru swasta?

Titi Anggraini (@titianggraini) 's Twitter Profile Photo

Apa arti publik dan akuntabilitas politik buat anggota DPR? Seseorang yang sudah diputuskan di Paripurna sebagai Hakim MK pengganti Arief Hidayat (via proses yang juga tidak terbuka dan partisipatoris), lalu dalam sebuah proses yang lebih maha cepat lagi, bisa digantikan begitu

Apa arti publik dan akuntabilitas politik buat anggota DPR? Seseorang yang sudah diputuskan di Paripurna sebagai Hakim MK pengganti Arief Hidayat (via proses yang juga tidak terbuka dan partisipatoris), lalu dalam sebuah proses yang lebih maha cepat lagi, bisa digantikan begitu
feri amsari (@feriamsari) 's Twitter Profile Photo

Jokowi merusak tatanan politik/hukum tata negara kita. Kenerlanjutanya, Prabowo membuat negara tanpa prosedur dan etika. Hukum tanpa keduanya bukan hukum. Kita sdg menunggu kehancuran serius. Sy bercermin di seleksi hakim konstitusi & deputi BI. Indonesia hrs bersatu.

Titi Anggraini (@titianggraini) 's Twitter Profile Photo

Dalam buku DESIGNING RESILIENT INSTITUTIONS: Countering Democratic Backsliding in Asia yang ditulis Tom Daly, 2025 (Studi perbandingan India, Indonesia, Filipina, Thailand, Korsel, Srilanka, Taiwan, Mongolia), menyebut ada lima pola rezim otoriter dalam memundurkan demokras.

Dino Patti Djalal (@dinopattidjalal) 's Twitter Profile Photo

Berikut video analisa saya "🇮🇩 bayar 17 Trilyun untuk BoardofPeace? Ayo berpikir jernih + rasional". Silahkan disimak, disebarkan, dikomentari & dikutip. Tolong bantu juga kirim ke pejabat Pemerintah.

Ken Hans (@kenhans03) 's Twitter Profile Photo

Yuk.. dukung... Sejumlah pihak yang terdiri dari guru dan mahasiswa menggugat UU APBN 2026 ke MK yang memasukkan anggaran MBG ke anggaran pendidikan. Pemohon mengajukan uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 ke MK, Senin (26/1/2026).

Yuk.. dukung...

Sejumlah pihak yang terdiri dari guru dan mahasiswa menggugat UU APBN 2026 ke MK yang memasukkan anggaran MBG ke anggaran pendidikan. Pemohon mengajukan uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 ke MK, Senin (26/1/2026).
VL (@iwanfals) 's Twitter Profile Photo

Denger2 Indonesia mau bangun PLTN ya, waduh ngurusin sampah sama wc umum aja masih belum becus, mau ngurusin nuklir lagi…😔

Ganjar Pranowo (@ganjarpranowo) 's Twitter Profile Photo

Peristiwa di Ngada, NTT bukan sekadar tragedi personal, tapi jeritan sunyi sebuah generasi yang kerap luput dari perhatian. Ini pengingat yang menyakitkan bahwa negara dan masyarakat belum sepenuhnya berhasil menjamin hak paling dasar anak: hak untuk hidup, hak untuk belajar,