アテック (@s_prasetia) 's Twitter Profile
アテック

@s_prasetia

村猫チーム

ID: 2997976712

linkhttp://linktr.ee/Prasetia173 calendar_today27-01-2015 06:26:57

17,17K Tweet

370 Followers

595 Following

Fuza Firdaus Zhan (@fuzafirdaus) 's Twitter Profile Photo

Tidak ada makan siang yang gratis. Termasuk MBG, yang dibayar dengan pemangkasan hak daerah. Selamat memperingati 30 tahun otonomi daerah, yang kini telah mati.

Video Sejarah (@videosejarah) 's Twitter Profile Photo

Uniknya, ayahanda Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo pun pernah melarikan diri ke luar negeri karena menjadi buronan pemerintah Orde Lama. Bermula dari ketidaksetujuan Soemitro terhadap kebijakan Presiden Soekarno yang dianggapnya terlalu dekat dengan kelompok kiri, ketimpangan

Uniknya, ayahanda Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo pun pernah melarikan diri ke luar negeri karena menjadi buronan pemerintah Orde Lama.

Bermula dari ketidaksetujuan Soemitro terhadap kebijakan Presiden Soekarno yang dianggapnya terlalu dekat dengan kelompok kiri, ketimpangan
𝙊𝙆𝙊 𝙩𝙊 (@djolafix) 's Twitter Profile Photo

EDD Makan nasi pake lauk ikan. Tedi memancing di empang si Japra. Kalau tak bisa liburan ke Yordan. Kini disarankan cukup ke Yaman saja.

<a href="/eddesign_/">EDD</a> Makan nasi pake lauk ikan. 
Tedi memancing di empang si Japra. 
Kalau tak bisa liburan ke Yordan.
Kini disarankan cukup ke Yaman saja.
Maarkoa (@solaolwe) 's Twitter Profile Photo

Guys, ada satu ironi besar dalam politik Indonesia yang menurut gue perlu lo pahami. Prabowo Subianto adalah pemimpin yang paling sering melontarkan frasa "antek-antek asing" dalam pidato-pidatonya. Frasa itu dia pakai untuk menyerang kritikus, membangun narasi musuh bersama,

Guys, ada satu ironi besar dalam politik Indonesia yang menurut gue perlu lo pahami.
Prabowo Subianto adalah pemimpin yang paling sering melontarkan frasa "antek-antek asing" dalam pidato-pidatonya. 

Frasa itu dia pakai untuk menyerang kritikus, membangun narasi musuh bersama,
MBG Jelek (@menuembegejelek) 's Twitter Profile Photo

Jumlah korban yang diracun oleh kubangan lumpur (espepege) Sorogaten, Tulung, Klaten, mencapai 500 orang. Kami tegaskan, itu adalah jumlah yang SANGAT BESAR. Jumlah tersebut bahkan melebihi jumlah pasukan baginda Rasul saat perang Badar, atau jumlah pasukan Sparta yang dipimpin