Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile
Halimi Zuhdy

@halimizuhdy

Penulis 30 Buku, di antaranya Fatwa Cinta, Berguru pada Sajak, Tuhan Pun Berdzikir dll

ID: 178931391

linkhttp://www.halimizuhdy.com calendar_today16-08-2010 02:08:36

1,1K Tweet

525 Followers

355 Following

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

❤️ Suami yang menggenggam tangan istrinya saat dunia menjauh, pantas memimpin tangannya saat surga dunia mendekat. Karena cinta sejati adalah yang bertahan di antara air mata dan doa ❤️

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Jangan bertanya tentang rumah tangga kepada mereka yang sering berselisih. Karena yang mereka ceritakan adalah luka, bukan jalan keluar.Bertanyalah pd keluarga yang tampak bahagia-bukan karena hidup mereka tanpa masalah, tapi karena mereka tahu cara menjaga cinta di tengah badai

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Dalam Cinta. Tidak ada seorang istri yang ingin suaminya melihat wanita lain, dan tidak ada seorang suami yang ingin istrinya dilihat orang lain. Maka, seorang suami seharusnya menjaga pandangannya, dan seorang istri menjaga penampilannya. Indahnya kerjasa cinta

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

❤️ _Setiap orang yang kita temui adalah guru, setiap tempat yang kita datangi adalah kelas, dan setiap peristiwa yang kita lalui adalah pelajaran. Maka, belajarlah dari kehidupan, setiap hari adalah lembaran-lembaran hidup yang bisa diambil hikmah dan pelajaran._ #fatwaCinta

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

❤️ "Yang tampak belum tentu seperti yang terjadi, dan yang tak tampak bukan berarti tak terjadi. Tak menyapamu, bukan berarti cuek, mungkin ia tak melihatmu. Jangan cepat menilai, sebab mata sering salah baca, dan hati pun kadang terlalu tergesa."📿

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Yang dicari manusia dalam hidup bukan hanya harta dan tahta, tapi makna, cinta, dan ketenangan yang tak bisa dibeli dengan dunia. Sebab hidup bukan soal memiliki segalanya, tapi merasa cukup dengan apa yang ada dan bermanfaat dengan apa yang kita punya

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

"Kebencian yang dipelihara dalam hati akan melahirkan kebencian baru, seperti api yang membakar dirinya sendiri. Dan kalau dikeluarkan, akan mengajak orang lain ikut membenci. Namun cinta yang tumbuh dari ketulusan, akan melahirkan cinta yang menyembuhkan dan menghidupkan."

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Berkurban bukan sekadar menyembelih kambing atau sapi, tapi menyembelih nafsu yang mengajak pada kemungkaran. Sebab yang paling sulit bukan meneteskan darah hewan, tapi menundukkan ego dalam diri sendiri

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Gua itu gelap, tapi di dalamnya banyak ditemukan cahaya makna. Seperti hidup kadang kita perlu masuk ke dalam kesunyian untuk benar-benar mengenal diri sendiri. Tetesan air di gua membentuk stalaktit, lambang bahwa konsistensi kecil bisa mengubah batu.

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Perempuan itu bukan tidak pernah rapuh. Ia hanya terlalu sering menyembunyikan remuk di balik kuat yang dipaksakan. Ia seperti butuh laki-laki untuk bersandar, tapi sebenarnya ia tempat bersandar paling nyaman untuk anak dan suaminya.

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

Perempuan itu bukan tidak mau bercerita. Tapi seringkali, ia memilih diam karena sudah terlalu banyak yang ditahan. Kadang, bukan kata-kata yang keluar, melainkan air mata yang jatuh perlahan. Sebab luka yang terlalu dalam, sudah tak tahu lagi bagaimana bersuara.

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَـتْهُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (H.R. Ibnu 'Asakir).

Halimi Zuhdy (@halimizuhdy) 's Twitter Profile Photo

مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَـتْهُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ "Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (H.R. Ibnu 'Asakir).