Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile
Duapuluhtujuh

@emfebrif

Seorang philocalist - Bukan rumah tanpa jendela

ID: 1230988583227363328

calendar_today21-02-2020 22:52:17

3,3K Tweet

427 Followers

385 Following

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Teriak-teriak antek zionis. Lah pimpinannya sendiri ketemu dan berjabat tangan sama pimpinan zionis. Silaturahim ya? Waras ora mas?

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Katanya disana diajarkan adab. Bertutur kata yang baik juga bagian dari adab. Ketika kalian menyuarakan yang menurut kalian benar dengan kata kotor dan hina, lantas apa bedanya kalian dengan kami yang tak pernah masuk ke sana? Sama saja.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Sudahlah tidak perlu denial, memang banyak kok yang bobrok, banyak yang harus diperbaiki. Harusnya mulai instrospeksi diri, bukannya malah mencak-mencak sana-sini.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Banyak kok yang berjalan lurus, gurunya berilmu dan Sholeh, muridnya pun demikian. Tapi banyak juga yang ga lurus, ga berjalan sebagaimana mestinya. Banyak yang menjual gelar spiritual-nya, banyak yang menjual nama besarnya. Memanfaatkan untuk hal-hal yang menyimpang.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Orang lain ngerti apa? Ngerti banyak kok. Selalu berpayung dengan kalimat itu, seolah selain dia, orang lain ga ngerti apa-apa. Padahal melontarkan kalimat itu juga untuk menutupi kebodohan.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Orator di salah satu demo pesantren mengancam akan membunuh siapapun yang mengusiknya, meskipun itu muslim sekalipun, halal untuk dibunuh katanya. Begitu ya hasil ngaji paling jauh? Ga habis pikir.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Terkungkung sendiri, terpenjara sendiri Mencari sendiri, menemukan sendiri Banyak muncul, banyak derita, banyak goda Ke mana? Apakah pria itu dirindukan ayahnya? Masa senang dulu tak mungkin kembali Ketakutannya bukan lagi pada mati Sebab, semangkok cumi hitam telah ia dapati.

Duapuluhtujuh (@emfebrif) 's Twitter Profile Photo

Selepas berbuka, kami berbondong menuju masjid sembari menenteng buku Ramadan. Peci dan sarung baru menambah semangat saat mengantre tanda tangan sang imam. Tak lupa, perang sarung dan petasan menjadi penutup andalan. Ramadan dua puluh tahun silam terasa begitu menyenangkan.

imel (@mechnclgrl) 's Twitter Profile Photo

Memasuki umur 25–30 itu aneh. Nggak muda banget. Belum juga benar-benar mapan. Teman ada yang sudah nikah. Ada yang kariernya naik cepat. Ada yang keliling dunia. Dan kamu? Di umur ini, realita mulai nggak bisa ditunda. Orang tua makin menua. Teman makin sibuk. Lingkaran makin