Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile
Agustina Shinta

@agustinashinta3

Wanita biasa, bukan siapa-siapa

ID: 1201755229894656000

calendar_today03-12-2019 06:49:22

1,1K Tweet

1,1K Takipçi

1,1K Takip Edilen

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Saling menatap tanpa bersuara, Fajar menjadi salam, Senja menjadi perpisahan. Bukan untuk menyatu hanya saling melihat dan tetap ada. Boleh dibilang; Kita adalah dua takdir, yang ditulis dalam langit yang sama. Namun digariskan pada jarak yang tak pernah selesai.

Saling menatap tanpa bersuara,
Fajar menjadi salam,
Senja menjadi perpisahan.
Bukan untuk menyatu hanya saling melihat dan tetap ada.
Boleh dibilang;
Kita adalah dua takdir, yang ditulis dalam langit yang sama.
Namun digariskan pada jarak yang tak pernah selesai.
Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Air tak pernah menolak perjalanan, ia setia mencari muara. Di sungai, ia belajar sabar, mengikis batu tanpa amarah. Di laut, ia belajar luas, menerima segala sungai tanpa bertanya asalnya.

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Kalau mau Istirahatlah di relung kalbuku Rangkumlah sebuah cerita Tentang indahnya suasana Tentang rindu kita Yang tak pernah lunas terjamah

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Perut yang lapar, dompet yang kosong, hati yang patah mengajarkan pelajaran terbaik dalam kehidupan. Selalu ingat bahwa semua ini hanya di dunia agar tidak ada lagi hal yang di khawatirkan

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Kulitnya merah merona, berduri lembut seperti pagi yang belum sepenuhnya sadar. Kupetik satu per satu, seperti memungut rezeki yang jatuh dari langit lewat cabang-cabang pohon. Siangnya, langkah beralih ke pusat belanja. Troli didorong, harga dibandingkan, diskon diburu. 💋

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Padi menguning seperti hamparan doa yg sedang menunggu dipanen. Angin desa menyapa wajah, membawa bau tanah basah & suara burung menyanyi. Aku mengayuh bukan untuk apa2 hanya utk mengingat bhw hidup itu sederhana: nafas yg cukup, jalan yg lapang, hati yg tahu kemana harus pulang

Padi menguning seperti hamparan doa yg sedang menunggu dipanen. Angin desa menyapa wajah, membawa bau tanah basah & suara burung menyanyi.
Aku mengayuh bukan untuk apa2 hanya utk mengingat bhw hidup itu sederhana: nafas yg cukup, jalan yg lapang, hati yg tahu kemana harus pulang
Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Kadang kita menangis bukan karena benci, tetapi karena terlalu peduli. Kadang aku pun bertanya: “Kenapa kau membuatku menangis?” Namun setelah waktu berlalu aku baru sadar: air mata itu bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk melembutkan hatiku 💦💙🌺

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Selamat Idul Fitri 1447 H Mohon maaf lahir & batin atas segala khilaf selama berinteraksi. Semoga kebersamaan dalam kerja menjadi ladang kebaikan dan keberkahan. Sukses selalu menyertai langkah kita ke depan.

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Ada engkau dianganku Bermain dalam khayalku Ada senyum di mataku yang menyiksa pandanganku Ingin berjumpa denganmu Walau sekedar di mimpiku

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Kaos merah hanyalah rupa, madu merah adalah rasa. Jangan tertipu warna merah tak selalu rasa, indah tak selalu makna. Sebab hidup bukan tentang apa yang tampak, melainkan apa yang terasa dan apa yang tersimpan di balik rupa.

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Yuuuh.. Ayunkan tangan, gerakkan kaki Langkah kanan, langkah kiri Senyum cerah di awal hari Hilangkan lelah, buang resah Tubuh sehat jiwa pun cerah Goyang-goyang penuh semangat Irama hidup terasa hangat Tarik napas, hembuskan pelan Yang brengsek buang ke ladang

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Di balik duri2 lunaknya, ia menyimpan daging putih yg tenang, manis, sederhana. Jangan hanya menilai dari kulitnya, Karena kulit hanyalah bahasa luar, sementara rasa adalah rahasia dalam. Keindahan tak selalu mulus, kelembutan bisa bersembunyi di balik bentuk yg tampak keras.

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Dulu mgkn aku blm sadar, bahwa masa SMA adalah fase penting yg membentuk cara pandangku. Ada teman2 heboh yg mjd saksi perjalanan. Kini, saat menoleh ke belakang, aku hanya bisa tersenyum. Ternyata, hal2 kecil yg dulu terasa biasa saja, kini mjd sesuatu yg sangat berharga.

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Lembutnya masih tinggal di ingatan, mengalir seperti doa yang diam2 menguatkan. Di setiap sepi yang datang, aku mencari hangat tanganmu, namun yang kutemukan hanya sunyi, dan rindu yang tak pernah usai. Belaianmu aku rindu Ibu...❤️🌹🌺💙❤️💋

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Di dapur yang sederhana itu air telah mendidih seperti doa yang naik perlahan, lalu mie dimasukkan, melunak sebagaimana hati yang disentuh hangatnya kesabaran; bumbu pun ditabur, menghadirkan aroma yang memeluk jiwa

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Seistimewakah aku di sisimu..? atau hanya singgah seperti senja yang kau nikmati sekejap, lalu kau lupakan saat malam tiba? Aku tak tahu, apakah namaku kau simpan di sudut paling hangat hatimu, atau sekadar lewat di antara riuh pikir yang lain. Dasar buaya 💦

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Jangan berjanji untuk tidak meninggalkan, Namun berjanjilah untuk tetap bertahan, Serumit apapun masalahnya, Seribet apapun diriku, Karena setia itu mahal. 💦 Namun sayangnya, Semua masih impian 💙❤️💙

Agustina Shinta (@agustinashinta3) 's Twitter Profile Photo

Kau pergi saat kuberharap, seperti fajar yang tiba2 dipadamkan langitnya sendiri. Aku menunggu dalam sunyi yg panjang, menyulam sabar dari sisa2 rindu yg tak sempat selesai. Lalu kau datang, bkn saat ku memanggil, Seolah aku hanyalah persinggahan, bkn tujuan yg benar2 kau tuju.