tata •rest• (@reyellowta) 's Twitter Profile
tata •rest•

@reyellowta

😕

ID: 1658448700803551233

calendar_today16-05-2023 12:26:08

7,7K Tweet

838 Takipçi

863 Takip Edilen

BBC News Indonesia (@bbcindonesia) 's Twitter Profile Photo

Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya meninggal dunia setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, Papua. Dinas Kesehatan Papua sudah mengakui ada keterlambatan dan kegagalan sistem rujukan dalam kasus ini. Bagaimana kronologinya?

words on 🦴 (@ecalearnscode) 's Twitter Profile Photo

BBC News Indonesia parah bangeettt???!!! orang udah mengandung yang harusnya happy akan lahir adek bayi, malah berubah duka??!!! 2 nyawa loh. ditunggu berita dicopot tuh direktur RS.

Roy Murtadho (@murtadhoroy) 's Twitter Profile Photo

Biadab sekali!! Alamnya dijarah. Sampai sekarang Papua msh dijarah. Rakyatnya, warga OAP/Orang Asli Papua ditelantarkan negara Indonesia. Sementara yg melawan dibunuhi. Mereka hidup dlm teror dan penghancuran yg sistematis dan mengerikan. Ayo buka matamu anak2 muda Indonesia???

🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨 (@bangsaygsujud) 's Twitter Profile Photo

Bagaimana ini pak Menteri Kementerian Kesehatan RI Kementerian Dalam Negeri DPR RI Ibu dan bayi dalam kandungan ditolak 4 rumah sakit berujung kematian Nyawa setiap anak bangsa tak bisa dibeli dg segunung emas sekalipun Harus diwajibkan rumah sakit tidak boleh menolak pasien gawat di UGD 😭

GakpakeKancut (@gakpakekancut) 's Twitter Profile Photo

nolong pasien di jabodetabek aja udah susah, rujuk sana sini blm tentu diterima terutama kalo bpjs. Apalagi ini di daerah yang pilihan rs nya sedikit dan fasilitas nya terbatass 🥲. ini tuh udah kegagalan sistem. Gws.

Ave. (@buzzbeew) 's Twitter Profile Photo

Lagi-lagi nyawa direnggut sistem kesehatan bapuk. Baca alasan 4 rumah sakit nolak Kak Irene-nya bener-bener bikin sakit hati, wdym dia di tolak karena DOKTERNYA DI LUAR KOTA? GAK ADA KAMAR??? May she and her baby rest in peace.

Aida Greenbury (@aidagreenbury) 's Twitter Profile Photo

Our Tesso Nilo national park in Sumatra, a habitat for Sumatran tigers and elephants, has been vandalised. Why aren’t newspapers reporting this? What’s going on?

Erwin V46ayo (@bukeleadee) 's Twitter Profile Photo

Aida Greenbury Masalah perut emang prioritas, tpi dgn mengabaikan keseimbangan alam itu tidakan tak manusiawi, jgn salahkan bencana nantinya karna alam pnya caranya sendiri utk utk merefresh diri.

<a href="/AidaGreenbury/">Aida Greenbury</a> Masalah perut emang prioritas, tpi dgn mengabaikan keseimbangan alam itu tidakan tak manusiawi, jgn salahkan bencana nantinya karna alam pnya caranya sendiri utk utk merefresh diri.
Asta Ebrahim (@jellypastaa) 's Twitter Profile Photo

ga perangkat desa, ga komunitas, ga perkumpulan warga, ada aja memang entitas begini. kubilang sih negara ini bubar aja ya, hampir semua isinya petantang petenteng. kek ga bakal ketemu malaikat zabaniah aja ntar 😒

distoPIA (@masihmagangnih) 's Twitter Profile Photo

txtdaribogor Udah harus bertarung melawan kerasnya kehidupan, masih aja di suruh ngelawan premanisme. Yang di gaji buat berantas premanisme ngapain coba. Hak-hak dia dirampas, pas ngebela malah jd tersangka. Entah Tuhan YME itu terlalu cinta kpd rakyat indonesia atau gimana. Gini banget idup