Sony Karsono (@straatslijper) 's Twitter Profile
Sony Karsono

@straatslijper

Historian | Hankuk University of Foreign Studies | Malay World | Modernity | Urbanism | Biography

ID: 4378879343

linkhttps://hufs.academia.edu/SonyKarsono calendar_today05-12-2015 03:32:24

263 Tweet

540 Takipçi

177 Takip Edilen

Omong-Omong Media (@omongomongcom) 's Twitter Profile Photo

Cerpen ini juga menyinggung tentang persepsi waktu dan kematian yang berubah akibat ketiadaan ayah. Sang tokoh utama merasa bahwa waktu adalah musuh, dan kematian ayahnya hanya memperkuat perasaan kehilangan dan ketidakpastian. Ulasan Abdul Halim: omong-omong.com/isu-fatherless…

Sony Karsono (@straatslijper) 's Twitter Profile Photo

Apakah Indonesia itu keluarga? Sampai politik Indonesia jadi mirip obsesi mencari, mengorbitkan, memuja, menggulingkan Sang Bapak? Obsesi mencari lagi, mengorbitkan lagi, memuja lagi, menggulingkan lagi Sang Bapak? Dari Sabang sampai Merauke? Dari bapak ke bapak? Bapakisme?

HEXA.𖥔 ݁ ˖ (@newerblood) 's Twitter Profile Photo

SPOILER // Sentimentalisme Calon Mayat Ternyata seru juga review buku dengan nulis tangan :D heheh meski tulisanku kek ceker ayam

SPOILER // Sentimentalisme Calon Mayat

Ternyata seru juga review buku dengan nulis tangan :D heheh meski tulisanku kek ceker ayam
HEXA.𖥔 ݁ ˖ (@newerblood) 's Twitter Profile Photo

1. Sentimentalisme Calon Mayat Perasaanku campur aduk baca cerpen ini. Hanya dengan 8 halaman, sukses bikin aku nangis-ketawa-nyesek di satu waktu. Johan yang hanya dipandang sebagai seonggok orang sinting, tapi tak ada satu pun yang peduli mengapa ia bisa jadi seperti itu.

HEXA.𖥔 ݁ ˖ (@newerblood) 's Twitter Profile Photo

Tiap kalimatnya ditulis dgn perumpamaan sinting, namun di balik itu semua ada kepedihan yg berusaha disembunyikan. Johan tak tahu bagaimana memproses kesedihannya, berujung ia mendambakan kematian. Berikut salah satu kalimat favoritku:

Tiap kalimatnya ditulis dgn perumpamaan sinting, namun di balik itu semua ada kepedihan yg berusaha disembunyikan. Johan tak tahu bagaimana memproses kesedihannya, berujung ia mendambakan kematian. Berikut salah satu kalimat favoritku:
Silampukau (@silampukau) 's Twitter Profile Photo

Kemarin Randi & Yusuf. Kemudian Gamma. Hari ini kawan Affan. Besok? Barangkali adalah kita. Di situasi seperti ini, yang kita punya hanya kawan seperjuangan. Saling jaga. Bertahanlah sedikit lebih lama. Turut berduka cita

Project Multatuli (@projectm_org) 's Twitter Profile Photo

Iringan konvoi pengemudi ojol yang tengah melayat #AffanKurniawan. Jenazah akan dimakamkan di TPU Karet Bivak pada 29 Agustus 2025. #PolisiPembunuhRakyat #Ojol #ProjectMultatuli

YayasanLBHIndonesia (@ylbhi) 's Twitter Profile Photo

Pernyataan sikap bersama Darurat Kekerasan Negara: Menuntut Tanggung Jawab Presiden, DPR, dan Kapolri! Demonstrasi yang tak lain merupakan respons warga atas kebijakan ugal-ugalan DPR dan Pemerintah lagi-lagi ditanggapi negara dengan melibatkan aparat yang bertindak brutal. Tak