Melga Mentari (@memelgaga) 's Twitter Profile
Melga Mentari

@memelgaga

ID: 1449700139350695943

calendar_today17-10-2021 11:33:53

80 Tweet

8 Takipçi

22 Takip Edilen

Erlina Burhan (EB) (@erlinaburhan) 's Twitter Profile Photo

Wahai pengguna vape, lihat kan bahwa per Desember WHO sudah melarang penggunaan vape, masih denial kah? Ya sudah, tidak apa-apa, sudah menjadi tugas saya untuk terus dan tidak bosan untuk terus mengedukasi masyarakat. …

Faz 🍉 (@fzsyyy) 's Twitter Profile Photo

Gue sedih bukan karena paslon yg gue dukung kalah, tp sedih karena ternyata mayoritas orang gak merasa kalo nepotisme itu salah, guru besar & ahli hukum dibilang bayaran, dinasti politik diwajarin, isu HAM dianggep gak penting :(

lele🦈🇵🇸 (@ternaklelele) 's Twitter Profile Photo

17 tahun lebih nyari keadilan untuk anaknya, dan sekarang malah salah satu aktor utamanya yang unggul dalam pemilu. maaf ya ibu😔🥀

17 tahun lebih nyari keadilan untuk anaknya, dan sekarang malah salah satu aktor utamanya yang unggul dalam pemilu. maaf ya ibu😔🥀
mas mas. (@chitattooes) 's Twitter Profile Photo

not pak anies and pak ganjar dikatain kalah gara-gara gaya kampanyenya gak sesuai selera masyarakat🤣 gue mending pak anies kalah begini daripada menang modal joget, guyur orang pake bansos udah gitu enggan dialog dua arah sama masyarakat PLUS absen di banyak undangan penting.

goenawan mohamad (@gm_gm) 's Twitter Profile Photo

Maa Anies, Mas Ganjar, Mas Mahfud, Cak Imin dan teman2. Kekalahan yg sesungguhnya ialah kekalahan mereka yg takluk dan menghamba kepada ketidak-adilan.

Mas Gres (@erlanishere) 's Twitter Profile Photo

"Kebanyakan yang milih dia adalah generasi muda yang gak paham pelanggaran HAM masa lalu." Damn... Dirujak media internasional dong 😭

Hasyim Muhammad (@hasyimmah) 's Twitter Profile Photo

Yang kampanye beneran, Anies dan Ganjar. Yang menang, Prabowo. Anies dan Ganjar: bangun tiap pagi dan harus menghadapi kampanye dialog 2 arah, mulut tak berhenti bicara, menyiapkan data buat dialog... Prabowo kampanye jarang-jarang. Kalau kampanye juga banyak jogetnya. Eh,

theodora hapsari (@hepiyopiyo) 's Twitter Profile Photo

Apa pada ngira Bu Sumarsih ndak tahu klo sikap dan aksinya bakal jadi bahan tertawaan dan cercaan banyak manusia? She chose to be what she is now kendati sadar Wawan ndak akan kembali. Biar apa? Ya biar ndak ada kekejian yang sama. Aksi Kamisan is not for her. It's for us.

Syahar Banu (@syaharbanu_) 's Twitter Profile Photo

Kondisinya gini: Prabs ga pernah memenuhi panggilan dari Komnasham untuk dimintai keterangan soal kasus penculikan. Prabs juga ga bisa dipanggil paksa sama Komnasham karena Pengadilan Negeri Jakarta ga pernah acc surat pemanggilan paksa terhadap Prabs. Trus tau-tau, Prabs

A 🍉 (@sofrihage) 's Twitter Profile Photo

lu kesian ama ibu2 palestine anaknya meninggal, lu kaga kesian ama ibu2 kamisan anak nya jg ilang / meninggal. lu double standard.

Я | 🍉 (@mhmmd_jati) 's Twitter Profile Photo

Bajingan, gegara politik kebermanfaatan konkret Indonesia Mengajar direduksi cuma jadi ladang CSR-washing, isu kemanusiaan di Kamisan direduksi cuma jadi isu lima tahunan. Bener-bener kiamat sugro ini bangsa.

goenawan mohamad (@gm_gm) 's Twitter Profile Photo

Praktek nepotisne akan menimbulkan ketidak-adilan. Jika ini dilanjutkan, apa yg akan terjadi? Kekuasaan dan kekayaan akan berputar2 di satu keluarga atau klik. Rakyat banyak akan hanya jadi pelengkap penderita.

Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) 's Twitter Profile Photo

Memang rakyat Indonesia ini dibikin bodoh, miskin, sakit, dan nganggur. Dibikin Bodoh: a) Sekolah mahal, timpang antara sekolah bagus dan negeri, b) Gurunya digaji seadanya, nuntut gaji malah disuruh nyari tambahan, c) Gurunya juga dikasih beban administrasi segaban biar gak

Tubirfess 🥰🫦🧨💥 (@tubirfess) 's Twitter Profile Photo

udah cape-cape bikin branding hilirisasi, anti sampah plastik, greenflation, bela palstina, ujung-ujungnya ga sengaja diexpose selebtwit 2beer!

goenawan mohamad (@gm_gm) 's Twitter Profile Photo

Saya menonton kembali film dokumenter Dirty Votes — dan terhenyak. Bagi yg belum nonton, silakan dapatkan di YouTube dll. Di sana diuraikan, dgn teliti dan sistematis, tipu muslihat pemerintahan Jokowi —dgn menggunakan lembaga dan aparat keluasaan — untuk memenamgkan Gibran