Sampai 1950-an, masjid Jami al-Makmur Tanah Abang lazim dianggap sbg masjid terbesar di Betawi. Selain ukurannya, masjid yang dibina pada 1915–17 ini juga selalu ramai dan jadi pusat pelbagai kegiatan sosial.
Potret para pengurus di muka masjid, circa 1925.
Negara sok suci. Judi, prostitusi, narkoba—semua ditolak secara moral, tapi diam-diam dinikmati.
Doyan sama duitnya yg banyak tapi gak mau dianggap penjahat.
Sebuah utas: Solusi buat negara munafik kayak gini memang harus punya “korban” decision maker yg dijadikan penjahat.