Ilham Akbar Fiqrillah (@hamilhamakbar) 's Twitter Profile
Ilham Akbar Fiqrillah

@hamilhamakbar

Tukang jaga taman bacaan masyarakat Gandok Mahardika. ||
maps.app.goo.gl

ig: @hamilhamakbar

ID: 347870028

linkhttps://maps.app.goo.gl/vMCvCXVkKzLk6WAp8 calendar_today03-08-2011 14:07:40

4,4K Tweet

226 Followers

438 Following

Ilham Akbar Fiqrillah (@hamilhamakbar) 's Twitter Profile Photo

yang memalukan sekaligus memilukan dari berbicara adalah kita lupa bahwa apapun yang kita bicarakan, kita bukanlah siapa-siapa. oleh karenanya, ucapan kita tidaklah berarti apa-apa.

humaira (@halomem) 's Twitter Profile Photo

Kau tau nak? Hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak sempurna dan orang-orang yang tidak sempurna. Belajarlah untuk menerima ketidaksempurnaan itu.

Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Ada yg maksain standar hidupnya ke orang lain: Umur segini harus begitu, umur segitu harus begini. Standar hidup itu pun gak jelas pondasinya. Sebatas pikiran yg dikondisikan oleh lingkungan & pengalaman masa lalu. Yang memaksa juga gak pernah memeriksa kebenaran standar itu.

Evi Mariani (@evimsofian) 's Twitter Profile Photo

Anak muda cengeng? Teman2 satu generasiku (GenX) sering ga paham knp anak muda ngomong 'mental health'. Cengeng, katanya. Akupun sempat ga ngerti anak muda. Tp aku akhirnya paham saat nemu analisis ekonomi politik utk itu, jg ngobrol dg bbrp anak muda. Bukan, bukan cengeng.

Ilham Akbar Fiqrillah (@hamilhamakbar) 's Twitter Profile Photo

barangkali cinta adalah hal paling purba ketimbang kebencian atau kekecewaan. untuk memahaminya, kau hanya perlu keluasan dan keleluasaan membebaskan segala: termasuk keakuan.

Ilham Akbar Fiqrillah (@hamilhamakbar) 's Twitter Profile Photo

yang paling penting dari mengatakan dan mendengarkan adalah menghargai. barangkali, seperti itu cara untuk memahami banyak hal—termasuk cinta.

Dora Erlina (@_doraredre) 's Twitter Profile Photo

mandiri yang paling utama bukan bisa cari uang atau apa-apa sendiri. terpenting adalah bisa mandiri dalam menciptakan bahagia untuk diri sendiri dan tidak bergantung pada apa atau siapa.

• cin • (@moccacinorigin) 's Twitter Profile Photo

“Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu, dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan.” • Dr. Fahruddin Faiz •

Efek Rumah Buku (@efekrumahbuku) 's Twitter Profile Photo

Giveaway 📚 Menutup 2022 dengan buku gratis untuk satu orang. Buku DBR jilid pertama ini semoga jadi milik anda. Selamat tahun baru pren. Sehat selalu di tahun yang baru. 🎆🎉 *pengumuman pemenang hari senin, 2 Janwari 2023

Giveaway 📚

Menutup 2022 dengan buku gratis untuk satu orang.

Buku DBR jilid pertama ini semoga jadi milik anda. 
Selamat tahun baru pren. Sehat selalu di tahun yang baru. 🎆🎉

*pengumuman pemenang hari senin, 2 Janwari 2023
Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Selain dorongan melakukan perbuatan jahat, yang juga perlu benar-benar diwaspadai karena ini lebih halus dan licin adalah: Merasa diri lebih baik, lebih positif, lebih spiritual, lebih tercerahkan, lebih suci daripada orang lain.

Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Rentang perhatian (attention span) memendek. Fokus mudah teralihkan, terdistraksi. Ditambah sekarang era post truth. Kebohongan bisa diproduksi, difabrikasi, seolah jadi kebenaran. Dengan tujuan fokusnya pindah. Maka jaga fokus ke hal yg benar2 penting. Jangan mudah reaktif.

Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Relasi sehat itu: - Bukan yg adem ayem, tenang. Ini malah cenderung ada pihak yg merasa gak aman buat berpendapat - Juga bukan yg serba berantem agresif Relasi sehat itu saling aman berpendapat yg beda, menegur, ada konflik, tapi sama2 gak merasa paling benar, gak agresif.

Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Emosi ketrigger ini, langsung bereaksi! Emosi ketrigger itu, langsung bereaksi! Setiap ada yg mentrigger emosi, kamu nggak harus bereaksi. Nggak semuanya harus diikuti reaksi. Diam, hening, hanya menyadari emosi yg muncul, kadang itulah respon yg lebih kamu butuhkan.

Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Satu per satu keributan diproduksi, disuburkan, dan terus diamplifikasi, supaya kita nggak sungguh2 melihat masalah yang sebenarnya lebih penting. Kita dikondisiin untuk terus emosi, hingga kita kecapekan, hingga nggak ada tenaga lagi buat memperjuangkan yg benar mestinya gimana.

Ismail Fahmi (@ismailfahmi) 's Twitter Profile Photo

Socratic Ignorance Sabtu lalu saya terkejut dengan banyaknya fotografer di kota ini. Rasanya di Jakarta juga ada tp yg ini luar biasa. Creepy banget. Dan tidak nyaman. Saya tidak ingin menjudge mereka. Ekonomi lagi sulit. Tapi saya juga merasa perlu ada diskursus terbuka.

Socratic Ignorance

Sabtu lalu saya terkejut dengan banyaknya fotografer di kota ini. Rasanya di Jakarta juga ada tp yg ini luar biasa. Creepy banget. Dan tidak nyaman.

Saya tidak ingin menjudge mereka. Ekonomi lagi sulit. Tapi saya juga merasa perlu ada diskursus terbuka.
Adjie Santosoputro (@adjiesanputro) 's Twitter Profile Photo

Label. Meski masih sering gagalnya, saya terus belajar: label, perilaku orang itu bukan hakikat dirinya. Sekitar 2023, saya ketemu seseorang yang dari awal saya nggak sadar, langsung ngejudge, ngasih label: “Oh, dia tuh orangnya begini… begitu… dia nyebelin”. Pikiran suka