A. Were Rio (@wererio) 's Twitter Profile
A. Were Rio

@wererio

Pemuja @acmilan | VisualArtist | In Harmonia Progressio

ID: 359249330

calendar_today21-08-2011 07:56:48

46,46K Tweet

1,1K Followers

2,2K Following

UX Links (@uxlinks) 's Twitter Profile Photo

Choosing the right web design layout can transform user experience ๐Ÿ™Œ FREE cheatsheet attached ๐Ÿ”– Here are 12 classic styles every designer should know: ๐ŸŸฆ Two-column โ†’ balanced text + sidebar ๐ŸŸจ Split screen โ†’ compare options ๐ŸŸง Asymmetrical โ†’ bold + modern ๐Ÿ“– F-shape โ†’

Choosing the right web design layout can transform user experience ๐Ÿ™Œ 

FREE cheatsheet attached ๐Ÿ”–

Here are 12 classic styles every designer should know:

๐ŸŸฆ Two-column โ†’ balanced text + sidebar
๐ŸŸจ Split screen โ†’ compare options
๐ŸŸง Asymmetrical โ†’ bold + modern
๐Ÿ“– F-shape โ†’
finplanner Magang ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ฎ (@edzulfikar) 's Twitter Profile Photo

Soal pilkada langsung, gw jadi langsung inget model pusat daerah negara yg mirip dengan itu. Sama kayak case MBG Ketika baca buku pak prabowo, maka semua seperti berkaitan Yes, negara itulah yg bakal ditiru karena terbukti sukses Negara mana yg dimaksud?

Dina Sulaeman (@dina_sulaeman) 's Twitter Profile Photo

"Jika AS dapat melakukan operasi di Venezuela untuk menangkap Nicolรกs Maduro, seorang presiden terpilih, & mengadilinya di pengadilan Amerika, lalu mengapa tidak mungkin untuk menangkap Netanyahu dari Israel dan membawanya ke pengadilan internasional?โ€

Roy Murtadho (@murtadhoroy) 's Twitter Profile Photo

Anda tahu. Saat ini msh ada 600 lebih org muda yg ditahan sebagai TAPOL. Ini penangkapan aktivis paling banyak setelah reformasi. Setelah ini apapun bisa terjadi. Kalo pernah menculik & terlibat pembantaian warga Timor Leste. Apalagi cumak penangkapan? Tentu mudah buat dia.

zhil (@zhil_arf) 's Twitter Profile Photo

Kegagalan besar Indonesia sejak merdeka adalah kegagalan menciptakan Golongan Abu โšช, yaitu kelas pengusaha non-crony. Dengan kata lain, pengusaha yang kaya lewat inovasi, bukan koneksi. Mana BYD, Samsung, Bayraktar kita? Oligarki kita maunya lewat jalur kuning ๐ŸŸก. Tidak ada

Kegagalan besar Indonesia sejak merdeka adalah kegagalan menciptakan Golongan Abu โšช, yaitu kelas pengusaha non-crony.

Dengan kata lain, pengusaha yang kaya lewat inovasi, bukan koneksi.

Mana BYD, Samsung, Bayraktar kita?

Oligarki kita maunya lewat jalur kuning ๐ŸŸก. Tidak ada
Vigo (@enoliska_) 's Twitter Profile Photo

Ini data dari gerakan muda lawan kriminalisasi, jadi ada 652 Tapol yang kasusnya berlanjut sejak pasca Agustus. Sebagian besar masih dalam tahap persidangan. Masih banyak kawan-kawan kita yang ditahan, masih banyak keluarga yang menunggu kumpul dengan lengkap.

Ini data dari gerakan muda lawan kriminalisasi, jadi ada 652 Tapol yang kasusnya berlanjut sejak pasca Agustus. 

Sebagian besar masih dalam tahap persidangan. Masih banyak kawan-kawan kita yang ditahan, masih banyak keluarga yang menunggu kumpul dengan lengkap.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Mudah saja niteni-nya, kalau pagi-pagi sudah hujan dan deras bukan gerimis, itu artinya hujan yang terjadi berasal dari laut bukan darat. Sebab hujan di darat baru terjadi setelah jam 12 siang. Jadi mesti curiga, ada apa di laut kok bisa kirim hujan ke darat? Lalu cek:

Mudah saja niteni-nya, kalau pagi-pagi sudah hujan dan deras bukan gerimis, itu artinya hujan yang terjadi berasal dari laut bukan darat. Sebab hujan di darat baru terjadi setelah jam 12 siang. Jadi mesti curiga, ada apa di laut kok bisa kirim hujan ke darat? Lalu cek:
Anies Rasyid Baswedan (@aniesbaswedan) 's Twitter Profile Photo

Kemarin PM Kanada Mark Carney berpidato di World Economic Forum, Davos, dan rasanya perlu kita simak. Ia bicara blak-blakan, mengakui secara terbuka bahwa tatanan dunia yang katanya berbasis hukum dan keteraturan itu ternyata selama ini penuh kepura-puraan. Negara-negara besar

Dosen Pembimbing (@tiarapphoto) 's Twitter Profile Photo

Alih-alih menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan perang, Indonesia malah ikut-ikutan gabung ke Board of Peace, dan harus bayar pula (berasa banyak duit aja). Secara gak langsung, kita ikut jadi enabler normalisasi genosida terhadap rakyat Gaza. Memalukan!

Hilik Ku Aink We Lah ๐Ÿ˜ฌ (@kangsemproel) 's Twitter Profile Photo

Hai kamu Iya kamu... Yang pilpres kemaren milih beliaw nya, dan hari ini masih bela2 dan mujamuji beliaw nya Klo di bio kamu masih ada hesteg atau tulisan Free Palestine, atau Save Gaza, Stop Genocide dan sejenisnya. Mending buruan ganti tulisan itu dgn: recognize, respect, and

Hai kamu
Iya kamu...
Yang pilpres kemaren milih beliaw nya, dan hari ini masih bela2 dan mujamuji beliaw nya
Klo di bio kamu masih ada hesteg atau tulisan Free Palestine, atau Save Gaza, Stop Genocide dan sejenisnya. Mending buruan ganti tulisan itu dgn: recognize, respect, and
sofie syarief (@sofiesyarief) 's Twitter Profile Photo

Di luar bahwa gabungnya Indonesia di so-called Board of Peace ini mengkhianati kedaulatan Palestina, keputusan ini cuma menunjukkan apa yang terjadi saat ada presiden pengen sok tampil di panggung global tapi cuma bermodal narsisisme alih-alih kemampuan berpikir mendalam.

ferizandra (@ferizandra) 's Twitter Profile Photo

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al-Banna Choiruzzad mengungkap sejumlah kejanggalan dalam Dewan Keamanan Gaza. Ia juga menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mengikutsertakan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump itu

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al-Banna Choiruzzad mengungkap sejumlah kejanggalan dalam Dewan Keamanan Gaza. Ia juga menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto mengikutsertakan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump itu
JJ Rizal (@jjrizal) 's Twitter Profile Photo

tan malaka pernah berkata tuan rumah tidak berunding dgn pencuri yg menjarah rumahnya, ini pesan dari masa revolusi nasional indonesia agar ingat penjajah itu pencuri, penjarah en krn itu jangan berunding apalagi memberi rasa aman kepada para kolonialis

Logos ID (@logos_id) 's Twitter Profile Photo

Maka dari itu, terus ingat dan sebarkan sejarah kekerasan di Indonesia. Kalau pucuk pemerintahan dipegang oleh orang-orang yang terlibat dalam kekerasan HAM berat, hal seperti ini pasti terjadi. Ingat 65-66, Timor Timur, Papua, Aceh, dan lainnya

SOLEH SOLIHUN (@solehsolihun) 's Twitter Profile Photo

yang mengkhawatirkan dari penguasa yang mentolerir pelaku genosida, adalah kemungkinan penguasa itu punya visi yang sama dalam menggunakan kekerasan demi mencapai tujuan.

Roy Murtadho (@murtadhoroy) 's Twitter Profile Photo

Saya tidak kaget seorang pelanggar HAM seperti Prabowo bergabung ke Badan perdamaian bentukan Trump krn ia sendiri sejak lama tangannya berlumuran darah rakyat Indonesia. Ingat! Ia tdk akan bisa membayangkan betapa sakitnya menjadi korban (warga Gaza), krn ia pelaku kejahatan.

Saya tidak kaget seorang pelanggar HAM seperti Prabowo bergabung ke Badan perdamaian bentukan Trump krn ia sendiri sejak lama tangannya berlumuran darah rakyat Indonesia. Ingat! Ia tdk akan bisa membayangkan betapa sakitnya menjadi korban (warga Gaza), krn ia pelaku kejahatan.
Dina Sulaeman (@dina_sulaeman) 's Twitter Profile Photo

Prof HI terkemuka AS, John Mearsheimer, menyatakan: Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, karena negara itu tidak memiliki kemampuan, lokasi, dan sarana militer untuk menyerang Amerika atau mengancam keamanan nasionalnya. [ingat: jarak penerbangan

Prof HI terkemuka AS, John Mearsheimer, menyatakan:

Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat, karena negara itu tidak memiliki kemampuan, lokasi, dan sarana militer untuk menyerang Amerika atau mengancam keamanan nasionalnya. [ingat: jarak penerbangan
Francisca Christy Rosana (@chichafrancisca) 's Twitter Profile Photo

Ada kawan pernah bertanya: Mengapa media tempat kamu bekerja seolah tdk pernah memuji keberhasilan pemerintah? 1. Media bukan humas. 2. Ketika pemerintah menggembar-gemborkan programnya berhasil, tugas media adalah menguji klaim itu. 3. Media melakukan liputan berdasarkan fakta