Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile
Deva Mahenra

@devamahenra

an actorpreneur who doesn't mind stepping out of comfort zones when no one else is willing.

ID: 198557598

linkhttps://youtube.com/@deva.mahenra calendar_today04-10-2010 16:44:38

15,15K Tweet

174,174K Followers

627 Following

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Baiknya, sih, bukan tumpukan uangnya saja yang dipamerkan, melainkan bagaimana malingnya juga dimiskinkan dengan hukuman yang bertumpuk. Itu baru pamer yang terpercaya.

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Di film ini gue dikasih keleluasaan oleh Pak Monty untuk mengubah, menambah, bahkan mengarang bebas dialog-dialog karakter Saka terkait komedi timing. Salah satu masa-masa syuting paling membahagiakan dalam hidup gue ❀️

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Mau kasih surprise gelang yang charm-nya banyak banget itu ke istri. Pas pilih-pilih charm, rasanya kayak lagi ikut ujian seberapa kenal sama pasangan.

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Berasa pulang kampung sih ngobrol sama mereka Sayur Kacang Ijo ARIE KRITING berdua ini. Jadi bikin makin bersyukur atas semua perjalanan dan apa yang dipunya hari ini. Terima kasih banyak, Kaks. youtu.be/5YykwWxzmLE?si…

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Klaimnya 100% arabika. Begitu ditenggak, robustanya nabrak sampe ke tongkrongan enzim. Dipikir kita baru minum kopi kemarin malam kali.. ebuset.

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Berbekal sekotak (styrofoam) nasi uduk dengan lauk tempe orek β€”telor rebus sambal dan secuil bihun, dikawal hentakan musik breakbeat goyang dumang… buruh film itu, siap bikin karya besar.

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Kalau tetiba kepikiran mau kasih sesuatu ke seseorang apalagi pasangan, jangan nunggu ybs ulang tahun atau ada momen tertentu dulu. Cari, beli β€”kemudian beri. Rezeki akan selalu ada aja kok nanti. Percaya.

Deva Mahenra (@devamahenra) 's Twitter Profile Photo

Bingung sendiri kalau lihat tulisan-tulisan lama, baik itu puisi atau senandika di sosmed. Kok bisa sih dulu nulis begitu wahai diriku yang lampau.