Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile
Dosen ASN BerAK

@dosenberak

Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten. Maap HLAK-nya belum lulus hehe.

ID: 1864297042509791232

calendar_today04-12-2024 13:14:00

215 Tweet

20 Takipçi

8 Takip Edilen

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Caranya ya nulis sendiri pake otak 😌 Terlalu bergantung sama AI emang mau, capek-capek kuliah 4 tahun tapi habis lulus ga bisa ngomong, ga bisa nulis, sama ga bisa paham omongan orang lain.?

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

I know pemerintah perlu kerja sama dengan preman untuk membereskan hal-hal di jalanan. Tapi tolonglah, kerja samanya di bawah tanah aja. Jadikan mereka intel, atau support dalam operasi penangkapan dan semacamnya. Bukan malah jadi pusat perhatian😌.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kadang mikir pingin mogok gini juga buat dosen dan guru. Tapi kalau kami mogok, emang apa dampaknya? Mungkin, biar berdampak harus mogok 1 semester. Tapi ya mana mungkin kami punya nurani begitu 😌.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kemampuan belajarnya cepat. 2017 msh ngelantur soal normalisasi, air hujan diresapkan ke tanah dan menolak drainase, lalu 2024 mulai bicara teknis lbh baik meskipun msh pakai istilah aneh macam "angin g punya KTP". Banyak pejabat lain yg udah bertahun-tahun menjabat, tetep bego.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Saya ingat sekali: Awal menjabat dia heran budaya rapat di kementerian kok seakan-akan ga boleh say no di dalam rapat. Tahun ke-4 dan 5 menjabat, hobi hapus komen di instagram yang mempertanyakan kebijakan beliau bahkan meskipun pertanyaannya tidak menyudutkan.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Cara pemerintah melihat isu ini: oh pulau ga penting penduduknya cuma 4ribuan. Yang bisa nyoblos 2029 paling cuma 2ribuan maksimal. Skip lah kasih bantuan bulan depan aja.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Penasaran dari dulu kalau ada yang keracunan, kok yang disalahkan sekolah, atau menteri dan prabowo yang salah. Ga ada yang menyalahkan katering, like PT apa, bosnya siapa.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Dikira Sri Mul perpisahan di kemenkeu dinyanyiin sampe nangis segala macem karena kerjanya bagus? Karena ngasih gaji tinggi laaah

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kalau saya jadi kepsek, saya ga akan sudi ikut sentuh traynya sedikitpun. Makanan datang, harusnya orang SPPG yang turunkan, bagikan, ambil lagi, lalu saya ttd berita acara, bye. Guru sebaiknya kumpul di ruang rapat untuk bikin materi, atau rapat apapun. SPPG harus tanggungjawab.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Dikira di Indo banyak permasalahan yang perlu dibereskan orang S2 ya? Di sini industri high tec dikit, ngumpul di kota besar. Yang banyak dan ada dmn2 itu SPPG, yg bahkan punya "ahli gizi" cuma buat tameng kalau ada keracunan. S2 opsinya jadi dosen atau caleg. Sisanya survival 😌

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kalau cuma memulihkan nama baik, berarti di masa depan hal seperti ini masih akan tetap bisa terjadi. Guru tetap honorer dengan gaji tidak layak, LSM bisa semena-mena mempidanakan guru, jaksa bisa memproses kasus bodoh ky gini, dan keluar hasil putusan hukum pula. Makan tuh MBG.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kalau malu jadi perbincangan tetangga bahwa anaknya DO karena nonton video mesum di sekolah: ❌ Marahin anaknya habis-habisan ✅ Marahin dan somasi sekolahnya

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Mungkin maksudnya: ditangani Indonesia sendiri -> korban jiwa 900an. Jadi, korban tersebut ya salah pengelolaan sendiri. Ga perlu menyalahkan negara lain. Negara lain mah bestie investor (tempat hutang).

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

Kalian tau Kemen Pariwisoto ga? Ada Rossi datang sebelum Ramadan, ga dimanfaatin buat gerakin ekonomi Lombok. Ada speed datang, ga dimanfaatin buat promosi Indo besar-besaran kaya di Tiongkok. Itu karena pengambil kebijakan kurang, atau ga peduli, dengan riset semacam ini.

Dosen ASN BerAK (@dosenberak) 's Twitter Profile Photo

MBG gagal: yang salah SPPG, BGN dan Presiden ga salah Pendidikan gagal: yang salah ya guru, Dikdasmen dan Presiden ga salah Alumni LPDP gagal: yang salah alumninya, Kemenkeu dan Presiden ga salah Pola pikirnya kan memang begitu.