Dosa kita mengolok-olok orang lain yang terjerumus dalam dosa, itu lebih besar daripada dosa orang tersebut. Kalau tdk salah ini perkataan Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah.
Sabar Itu Nggak Cuma Pas Lagi Diuji.
Tapi Juga Pas Lagi Pingin Maksiat.
Kata Maimun bin Mihran rahimahullah:
“Sabar itu ada dua macam:
Sabar ketika tertimpa musibah *salah satu sifat yang baik
Dan yang lebih utama dari itu:
Sabar ketika menjauhi maksiat.”
Reminder..
Jangan sekali-kali mengira bahwa menyediakan uang dan tempat tinggal untuk anak-anak adalah jaminan keamanan bagi mereka setelah kematianmu!!
Keamanan yang sebenarnya adalah engkau meninggalkan mereka di atas akidah yang lurus dan ketakwaan kepada Allah.
Adz Dzahabi rahimahullah berkata, "Bila terjadi fitnah maka peganglah sunnah dan banyak diam dan jangan tenggelam dalam perkara yang tak bermanfaat. Dan yang masih samar kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Berhentilah dan ucapkan, "Allahu A'lam."
"Hakikat tawakal adalah benarnya penyandaran hati kepada Allah untuk meraih berbagai kemaslahatan maupun terhindar dari bahaya di dunia dan di akhirat"
Kewajiban kita adalah husnuzhon. Dgn husnuzhon kita akan mendapat pahala, mempererat ukhuwwah, dan menyamankan hati. Toh bila ternyata saudara kita tsb tidak sesuai dgn husnozhon kita, Allah Maha Melihat dia dan kuasa untuk bertindak atasnya. Tugas kita hanya husnuzhon, thats it.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan ra berkata:
“Seorang hamba tidak akan mencapai kedewasaan berpikir hingga kesabarannya mengalahkan kebodohannya, dan ketabahannya mengalahkan hawa nafsunya. Dan ia tidak akan mencapai hal itu kecuali dengan kekuatan ilmu.”
(Al-Ḥilm, Ibn Abi ad-Dunya)
Orang beriman itu bukan yang tak pernah takut, sedih, marah, putus asa..
Tapi mereka yang saat takut, sedih, marah, putus asa, mereka segera mengingat Allah, lalu hati mereka jadi tenang...
*Faidah kajian Kitabut Tauhid bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud beberapa tahun silam.