Dokter Lo ini akrab dengan pasien dari kalangan masyarakat miskin.
Bahkan beliau dijuluki sbg dokter kaum papa. Lantaran tetap melayani pasien yang nggak punya apa-apa.
Hari ini beliau berpulang. Indonesia kehilangan salah satu dokter terbaik.
regional.kompas.com/read/2024/01/0…
Hanya di Indonesia, bendera Jolly roger dilarang, sudah “setara” bendera palu arit rupanya. Tinggal menunggu waktu sampai stiker “Awas! Bahaya Laten Komunis” digantikan dengan “Awas! Bahaya Laten Mugiwara”.
Pernyataan ini, mengingatkan saya pada pernyataan Alm. Presiden Gusdur pada masanya.
Diceritakan Muhammad AS Hikam dalam Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita (2013),
Sumber: nu.or.id/opini/gus-dur-…