NasDemSumbar (@nasdem_sumbar) 's Twitter Profile
NasDemSumbar

@nasdem_sumbar

Akun Resmi DPW Partai NasDem Sumatera Barat.

ID: 2249748980

linkhttp://kabarestorasi.com calendar_today17-12-2013 03:45:37

1,1K Tweet

417 Followers

93 Following

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Di Hari Pendidikan Nasional ini, kita berupaya untk pendidikan direstorasi sbg sarana untk memanusiakan dan meningkatkan peradaban

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Pendidikan bukan hanya sekedar penampungan besar sbg pengendali banjir pengangguran atau rutinitas tatap muka & ujian yg menjemukan

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Institusi pendidikan yg bernama sekolah bukanlah pabrik yg mencetak manusia yg seragam tp sarana untk membangun keragaman menjadi harmoni

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Modernitas telah meletakkan pengetahuan yg ilmiah sbg basis peradaban dengan melahirkan manusia yg rasional, detail dan kritis

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Kesesatan berpikir & praktek ketika sekolah jd penyeragaman tujuan, metode dan proses belajar, ini harus jd perhatian serius & khusus kita

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Pendidikan selalu berkorelasi dengan kehendak zaman, maka sekolah harus melahirkan anak-anak zaman yg otentik yg sesuai dgn talenta mereka

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Sekolah tdk ubahnya rumah, sawah, lapau, surau & gelanggang bagi siswanya karena semua hal tab suatu hal yg nyata dalam kehidupan riil

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Jika sekolah mengasingkan diri secara proses dan fisik dari lingkungan maka keluarannya akan menjadi manusia2 yg buta, tuli & gagal sosial

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Saya juga ingin meluruskan sekolah bukan simplikasi proses yg dilabeli sbg laboratorium kehidupan! Ini membuat segalanya jd minimalis

Willy Aditya (@adityawilly) 's Twitter Profile Photo

Sekolah adalah kehidupan itu sendiri, yg menjadi titik temu atau benang merah yg mendorong proses yg natural menjadi kultural