santri (@idolamuslim) 's Twitter Profile
santri

@idolamuslim

ID: 620880427

calendar_today28-06-2012 10:50:22

4,4K Tweet

1,1K Followers

11 Following

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

27. Saya baru sadar memikirkan banyaknya kebutuhan pribadi dan keluarga hanya membuat diri saya merasa kurang, tamak dan bakhil. Bahkan kebutuhan hidup tdk berkurang justru bertambah dgn dipikirkan secara terus menerus.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

28. Sesungguhnya memikirkan kebutuhan orang akan membuat pikiran jadi kreatif. Oleh sebab itu, memikirkan kebutuhan orang lain adalah kunci untuk membuka pintu rejeki pada level intelektual.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

29. Sekarang kita tahu tiga kunci untuk membuka pintu rejeki. Kunci pertama berkaitan dgn akidah. Kunci kedua berkaitan dgn kondisi spiritual. Kunci ketiga berkaitan dgn kemampuan intelektual.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

30. Kunci pertama adalah percaya kpd keterlibatan Allah dan pertolongan-Nya dlm mencari rejeki. Ini adalah level akidah. Kunci kedua adalah membuang perasaan susah dari dlm hati pada saat mencari rejeki. Ini adalah level spiritual.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

31. Kunci ketiga adalah memikirkan kebutuhan orang lain sbg prinsip dlm mencari rejeki. Ini adalah level intelektual.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

32. Kedatangan orang ke rumah untuk meminta infak menyadarkan saya atas kondisi spiritual, kondisi intelektual dan kondisi sosial dlm diri saya pribadi. Sebab kedatangan orang tersebut, saya sadar bahwa saya selalu menyelidiki keburukan orang lain yang ada di hadapan saya.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

33. Mengapa saya tertuju pada keburukan (kesalahan) si penerima infak? Hal itu terjadi karena saya secara tdk sadar menyelidiki keburukan (kesalahan) orang yang datang untuk meminta infak. Akibatnya, saya tahu keburukan (kesalahan) yg ada pada dirinya.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

34. Saya pun terjaga dan sadar bhw Allah memberi saya rejeki tanpa memandang keburukan dan kesalahan pada diri saya. Lalu mengapa saya memikirkan keburukan dan kesalahan orang lain pada saat ingin memberinya infak? Ini adalah kesalahan besar pada diri saya.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

35. Jadi, bila saya niat berinfak maka saya tdk melihat bgmn mencari rejeki, untuk apa saya mencari rejeki dan untuk siapa saya mencari rejeki tapi saya hrs memandang Allah yg memberi saya rejeki dan Dia menjadikan diri saya sbg perantara bagi rejeki orang lain.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

36. Sekarang kita bisa memahami 4 kunci untuk membuka pintu rejeki. Kunci pertama berkaitan dgn akidah. Kunci kedua berkaitan dgn kondisi spiritual. Kunci ketiga berkaitan dgn kemampuan intelektual. Kunci keempat berkaitan dgn kenyataan sosial.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

37. Percaya kpd keterlibatan Allah dan pertolongan-Nya pada saat mencari rejeki adalah level akidah. Membuang perasaan susah dari dlm hati pada saat mencari rejeki adalah level spiritual.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

38. Memikirkan kebutuhan orang lain sbg prinsip dlm mencari rejeki adalah level intelektual. Sedangkan mengakui kebaikan orang lain sbg bentuk kongkrit dari pertolongan Allah adalah level sosial.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

Bila orang berilmu tahu dirinya dicaci maki oleh orang-orang bodoh di sekitar mereka maka ia akan memafaafkan mereka dan memohonkan ampunan buat mereka agar mereka tahu kemuliaan baginda rasul saw.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

Jika rasul saw diutus oleh Allah sbg rahmatan lil alamin maka orang-orang berilmu sbg penerusnya hrs merepresentasikan diri mereka sbg rahmatan lil alamin.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

Sesungguhnya bila Allah ingin memberikan azab terhadap suatu kaum dari sebuah negeri maka Dia akan menyelamatkan terlebih dahulu orang-orang shalih dari negeri itu.

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

قال الغزالي : قد اتفق العلماء والحكماء على أن لا طريق إلى سعادة الآخرة إلا بنهي النفس عن الهوى ومخالفة الشهوات Sungguh ulama dan hukama sepakat bahwa tiada cara meraih kebahagiaan akhirat kecuali dgn menawan nafsu dari dorongannya dan meninggalkan beragam keinginan. Ihyā'

zen (@kitabhikam) 's Twitter Profile Photo

Bila manusia ingin berbuat baik pada sesama maka ia mulai berbuat baik dengan mengalahkan dorongan nafsu. Sungguh manusia takkan bisa berbuat baik pada sesama selama ia masih dikuasai oleh nafsu. MyQuote