_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile
_sebelas

@apraas

Sudah tidak mahasiswa, namun masih banyak cita-cita

ID: 1102790118912323584

calendar_today05-03-2019 04:37:07

1,1K Tweet

40 Followers

154 Following

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

ketika si keras dipaksa untuk melunak, tak mendapatkan hangatnya sambutan kala pulang, menjadikanya membatu sulit untuk lembut kembali

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

jika saat dirimu gagal dan hancur, namun hanya kekecewaan yang orang sekitar berikan untuk mu, kala itu terjadi berjanji lah bahwa kau masih memiliki dirimu, dan tidak sendiri atau mengakhiri diri

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

semakin banyak kamu tau yang seharusnya kamu tidak ketahui, semakin banyak pula prasangka yang akan muncul, cukup tau seperlunya karena tidak akan membuat banyak pertanyaan yang tidak ada jawabanya untuk memuaskan dirimu

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

karena kadang ada beberap hal yang bukan tanggung jawab mu, jadi jangan sering merasa bersalah pada kondisi orang lain

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

kadang susah, banyak ekspektasi mengarah tanpa siap untuk diterima, bergumam dengan diri apa layak dapat harapan sebanyak itu, mencoba bicara dengan diri sendiri saja kadang tak temu jawaban yang dimau, untuk soal ini sedang kosong tak bisa dijawab sendiri

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

terlalu naif untuk bilang jalan baru setelah banyak langkah sebelum jalan ini tidak sulit, banyak sekali hal abu-abu belum dapat terang untuk kedepanya, seperti pikiran tak bertemu hal pemuasan, menjadi sebuah pertanyaan, bisakah jalan baru saat ini jadi langkah jauh selanjutnya

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

kadang belum semua upaya yang bisa kamu berikan terhadap suatu hal bisa disalurkan secara mendalam, maka itu hasil dari upaya yang telah dilakukan, tidak sejalan dengan apa yang dirimu harapkan

_sebelas (@apraas) 's Twitter Profile Photo

kalimat penenang terbaik adalah, kalimat penyemangat dari dirimu sendiri, sebagai sebuah teman selamanya yang paling mengerti kondisi dan keadaan mu, namun sebagai sebuah makhluk sosial keberadaan pemberi penenang lainnya tetap dibutuhkan