Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile
Ali Muhammad Syawie

@bangaliganteng

Owner Syawie Dinar

ID: 3265868491

linkhttp://www.syawie.com calendar_today02-07-2015 07:18:14

87 Tweet

34 Followers

182 Following

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Analisa Kritis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal 2/2021 (Fuad Bawazier, 6 Agustus 2021) Kemarin, 5 Agustus 2021 BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk Kuartal (Q) 2 /2021 yakni April, Mei dan Juni 2021.

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Melengkapi komentar2 yang muncul dan menjawab banyak pertanyaan yang saya terima, rasanya perlu “diluruskan” agar tidak misleading terhadap data lengkap BPS itu. Dengan methode yg sama (YoY), pertumbuhan ekonomi Kuartal 2/2021 Indonesia yg 7,07% itu sebenarnya terbilang rendah.

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

rendah sebab negara partner utama dagang Indonesia pertumbuhannya sbb. : 1. Singapore………….14,3% 2. Tiongkok……………7,9% 3.USA……..,,,,,,,,,,…..12,2% 4. Eropa…………………13,2% 5. Hongkong …………7,5% Hal tsb terjadi karena tahun dasar Pembandingnya, Kuartal 2/2020

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

yg memang amat rendah alias Kuartal yg paling jeblok. Sementara yg ditekankan Menko Petekonomian hanya negara2 yg pertumbuhannya lebih rendah dari Indonesia yg umumnya Kuartal 2/2021 memang sedang di terpa pandemi dahsyat seperti India dan Jepang.

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Betul pertumbuhan dg metode QtoQ utk Q2/2021 Indonesia adalah 3,31. Tetapi bila kita melihat kebelakang, masih dg metode QtoQ, kebanyakan pertumbuhan ekononomi Indonesia minus (negatip). Sesuai kesepakatan internasional, apabila 2 kuartal berturut minus, berati Ekonomi sdg RESESI

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Inilah datanya sejak ada Covid: Q4/2019................ -1,74 Q1/2020................ -2,41 Q2/2020................ -4,19 Q3/2020................ 5,05 Q4/2020................ -0,42 Q1/2021..................-0,92 Q2/2021.................. 3,31 Jadi lebih sering resesinya dan

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

baru lepas Kuartal 2 ini yg positip. Tapi sdh dpt diduga bhw Q3 thn ini akan kembali minus lagi karena Pandemi kembali menerpa dengan PPKMnya. Jadi nampaknya akan kembali ke resesi lagi bila Q4 nya kembali minus. Jadi intinya pertumbuhan Q2/2021 yg tinggi itu (7,07) adalah karena

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

tahun pembandingnya (Q2/2020) memang rendah sekali. Kedua, alhamdulillah ada kenaikan harga komoditas ekspor yg signifikan spt batubara dan minyak sawit, jadi faktor eksternal, di luar kendali kita. Jadi kesimpulannya, seperti di laporkan BPS bhw tingginya pertumbuhan ekonomi

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Q2/2021 itu karena Low Base Effect, yaitu rendahnya Q2/2020 sebagai angka pembandingnya. Ingat kuartal 2/2020 kita sedang diterpa berat Pandemi. Makanya meski pertumbuhan Q2/2021 nampak “mengesankan” sebetulnya angka PDBnya sendiri hanya Rp2773triliun alias masih dibawah angka

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

PDB Q3/2019 (sebelum ada Pandemi) yg Rp2819triliun. Alias ekonomi kita masih menciut, belum kembali ke angka yg semula (normal). Last but not least, khususnya bagi ekonom yg suka dg analisa varian ataupun hipotesa yg lebih kritis, dan tetap dengan metode YoY, dapat

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

diungkapkan sbb: PDB (riil) Q2/2019 Rp2735,4T. Bila diasumsikan keadaan normal yaitu pertumbuhan ekonomi 5%, maka PDB Q2/2020 seharusnya Rp2872,2T alias masih lebih besar dari angka PDB Q2/2021 yang hanya Rp2773T, yg berarti masih minus. Bila pertumbuhan Q2/2020

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

diasumsikan NOL persen alias sama saja dg Q2/2019 yaitu Rp2735,4T, maka angka PDB Q2/2021 yg Rp2773T itu hanya menunjukkan pertumbuhan 1,3%. Maka meski kita bersyukur dg angka pertumbuhan resmi Q2/2021 yg 7,07% (YoY), tapi ekonomi kita sebetulnya masih jauh dari pulih. Kenapa?

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

Karena PDB Q2/2021 masih dibawah PDB Q3/2019 yg Rp2819T atau praktis masih sama dg Q4/2019 yg Rp2770T. Itulah sebabnya saya sebutkan bhw pertumbuhan 7,07% itu masih relatip rendah

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

sebab untuk mengejar ketinggalan selama ini kita harus tumbuh dg 2 digit seperti Singapore, USA dan Uni Eropa. Artinya, kita masih harus kerja keras dan cerdas, bukan euphoria apalagi membusungkan dada.

Ali Muhammad Syawie (@bangaliganteng) 's Twitter Profile Photo

I just made $25.00 on Cash&Go (Cash&Go - #1 Do to Earn Platform), the fastest-growing Market Research Network where you get paid for using social media. Earn $50 for every person you invite! Sign up with my link below for a $25 bonus! link.cashandgo.co/u/muhali #cashandgo