๐™ฐ๐š›๐š’๐šŽ๐š ๐™ฟ๐š˜๐šŽ (@ariefpoe) 's Twitter Profile
๐™ฐ๐š›๐š’๐šŽ๐š ๐™ฟ๐š˜๐šŽ

@ariefpoe

Bapak2
๐Ÿƒ๐Ÿปโ€โ™‚๏ธ Suka Lari
Rekomendasi Check Out Keranjang Klik Link
lnk.bio/rekomendasikoe

ID: 1232791674

calendar_today02-03-2013 04:08:57

3,3K Tweet

248 Takipรงi

549 Takip Edilen

๐™ฐ๐š›๐š’๐šŽ๐š ๐™ฟ๐š˜๐šŽ (@ariefpoe) 's Twitter Profile Photo

Pas diperjalanan pulang, liat X muncul quotes iniโ€ฆ โ€œjika Allah mengizinkan kamu berdoa untuk sesuatu, artinya Allah mengizinkanmu untuk mendapatkannyaโ€ So, jangan berhenti doanya, jangan berhenti usahanya, sampai Allah bilang "ini waktunyaโ€

Its Me (@rafiffadhlurra4) 's Twitter Profile Photo

๐™ฐ๐š›๐š’๐šŽ๐š ๐™ฟ๐š˜๐šŽ Alternatif dari Stasiun Manggarai ke UNJ selain naik Koridor 4 atau 4D bisa juga naik mikrotrans JAK.86 jurusan Terminal Rawamangun turun di TPU Kemiri lalu jalan kaki ke Kampus UNJ

Surya Herry (@cukhurukuque) 's Twitter Profile Photo

Kamu pernah bayar kelas seharga 12 juta tapi cuman dapet motivasi? Mending beli sapi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Yuk kita belajar membaca laporan keuangan pake bahasa bayi, Gratis!! ๐Ÿ‘‡

Kamu pernah bayar kelas seharga 12 juta tapi cuman dapet motivasi? Mending beli sapi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Yuk kita belajar membaca laporan keuangan pake bahasa bayi, Gratis!! ๐Ÿ‘‡
๐™ฐ๐š›๐š’๐šŽ๐š ๐™ฟ๐š˜๐šŽ (@ariefpoe) 's Twitter Profile Photo

Prihatin dengan Kasus Tumbler, sampai menghentikan Rejeki orang dan Rejeki yang bersangkutan. Pelajarannya: Sebelum posting pikirkan baik-baik akibatnya #Hati2DenganJarimu

Prihatin dengan Kasus Tumbler, sampai menghentikan Rejeki orang dan Rejeki yang bersangkutan.
Pelajarannya:
Sebelum posting pikirkan baik-baik akibatnya
#Hati2DenganJarimu
ET Hadi Saputra ๐Ÿฆ‰๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ (@ethadisaputra) 's Twitter Profile Photo

Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di

Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. 

Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara,  berdesakan di