Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile
Rizky

@rizkydrahmawan

Try, fail, learn & repeat

ID: 72490094

calendar_today08-09-2009 06:35:48

14,14K Tweet

3,3K Takipçi

601 Takip Edilen

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Fondasi dari berpikir kritis adalah: memahami sebab-akibat. Bukan hanya tahu “apa yang terjadi”, tapi mampu menelusuri “mengapa hal itu terjadi”, dan “apa akibat lanjutannya”. Dalam strategi organisasi, bisnis, hingga perubahan sosial, sebab itu direpresantika pada INPUT: waktu,

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Selain hadirnya AI yang membuat biaya kognitif nyaris nol yang itu jelas menyerang kemampuan berpikir kritis kita, sebenarnya daya pikir kritis sudah lama berada dalam periode perlemahan akut oleh begitu banyak ancaman yang datang. Apa saja ancamannya? Di lini pendidikan, kita

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Film Straw (2025) adalah thriller psikologis yang ditulis, disutradarai, dan diproduksi oleh Tyler Perry, dan dibintangi oleh Taraji P. Henson sebagai Janiyah Wiltkinson, seorang single-mom yang kisahnya menjadi pusat film ini. Kenapa straw? STRAW merujuk pada momen puncak

Film Straw (2025) adalah thriller psikologis yang ditulis, disutradarai, dan diproduksi oleh Tyler Perry, dan dibintangi oleh Taraji P. Henson sebagai Janiyah Wiltkinson, seorang single-mom yang kisahnya menjadi pusat film ini. 

Kenapa straw? STRAW merujuk pada momen puncak
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Kita terlalu sering mengira bahwa chemistry cukup untuk jadi fondasi bisnis. Padahal bisnis butuh hal-hal yang seringkali nggak kelihatan di tongkrongan. Dipantik obrolan Rza Kumar tentang pertemanan dalam bisnis. Apakah boleh? Harus dihindari? Atau bisa asal tahu risikonya?

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Bang Rza Kumar termasuk yang sering bicara 'ilmu penolakan'. Ia pernah cerita, waktu kerja bareng Bang Radit, setiap kali meeting saya bawa 30–50 ide. Yang dipakai? Paling 5. Sisanya? Masuk tong sampah. Penolakan adalah menu harian. Tapi justru dari situ kita bisa belajar:

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Anak kecil kalau makan bakso biasanya: mie dulu, kuah, bakso kecil-kecil, dan terakhir baru bakso paling besarnya. Itu reward-oriented namanya. Menyimpan sesuatu yang istimewa untuk menimatinya menunggu momen terbaik. Mirip, tapi beda, dengan mahasiswa yang menunda skripsi.

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Pernah suatu waktu menyimak sharing dari seorang kolega yang cenderung mengoposisikan antara bisnis (berdagang) vs berkomunitas. Alasannya: bisnis itu jelas ada cuannya. Sedangkan berkomunitas? Dapatnya apa? Oke, sekarang mari kita tinjau dari pendekatan funnelling marketing

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Kepada tipe LEADER, berikan otoritas, walau kecil dan sempit. Misalnya: memimpin satu project, menjadi PIC dalam event, atau mengatur alur kerja harian satu sub-tim. Sebab mereka perlu ruang belajar mengelola orang & membuat keputusan, agar naluri kepemimpinan mereka terasah

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Yang paling sulit dalam kerja-kerja bersama bukan soal skill atau ide, tapi: menaruh kepercayaan pada orang lain. Apalagi jika yang kita pertaruhkan besar, kualitas project, reputasi, masa depan usaha. Ketika kita belum bisa memberi kepercayaan, solusinya bukan menggenggam

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Umat Islam punya dua momen aktivasi zona eksponensial (zona pangkat). Pertama, malam Lailatul Qadar, malam dimana lonjakan keutamaan di luar hitungan. Kedua, 10 Muharram atau hari Asyura, yakni hari diturunkannya mukjizat bagi para nabi. Ada banyak cara untuk stay aware dan

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Rewatch LUCY (2014). Lucy berangkat dari pertanyaan imajinatif:Bagaimana jika manusia bisa mengakses seluruh kapasitas otaknya? Meski tidak sinkron secara neuroscience, tapi film yang dulu jadi diskusi santer & pemaknaan filosofis. Dan ditonton lagi sekarang masih amat bisa

Rewatch LUCY (2014). 

Lucy berangkat dari pertanyaan imajinatif:Bagaimana jika manusia bisa mengakses seluruh kapasitas otaknya?

Meski tidak sinkron secara neuroscience, tapi film yang dulu jadi diskusi santer & pemaknaan filosofis. Dan ditonton lagi sekarang masih amat bisa
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Dunia berubah makin cepat dengan hadirnya budaya saling mengadopsi. Dulu, "coffee to go" cuma ada di film-film Barat, sekarang di stasiun kecil di Jateng Selatan saja sudah jamak adanya penumpang menenteng kopi dalam gelas kertas. Bandaraisasi stasiun membuat banyak sudut tempat

Dunia berubah makin cepat dengan hadirnya budaya saling mengadopsi. Dulu, "coffee to go" cuma ada di film-film Barat, sekarang di stasiun kecil di Jateng Selatan saja sudah jamak adanya penumpang menenteng kopi dalam gelas kertas.

Bandaraisasi stasiun membuat banyak sudut tempat
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Secara etimologis, kata ARKIV dalam bahasa Skandinavia berasal dari bahasa Latin archivum, yang pada gilirannya berasal dari bahasa Yunani arkheion (ἀρχεῖον), yaitu tempat penyimpanan dokumen resmi milik pemerintah kota (archon, ἄρχων, berarti "penguasa" atau "penjaga

Secara etimologis, kata ARKIV dalam bahasa Skandinavia berasal dari bahasa Latin archivum, yang pada gilirannya berasal dari bahasa Yunani arkheion (ἀρχεῖον), yaitu tempat penyimpanan dokumen resmi milik pemerintah kota (archon, ἄρχων, berarti "penguasa" atau "penjaga
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Naik gunung & belajar investasi tampak berbeda bentuk, tapi serupa dalam nilai: melatih kemandirian, kesabaran & kesadaran jangka panjang. Di era serba cepat, pendekatan ini menjadi counter-culture yang menantang namun penting. Dalam investasi, ada psikologi trading, yakni

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Sebab biar kepyar saat kerja harus ngopi, saya putuskan coba RESET KAFEIN. Reset kafein, sederhananya, adalah berhenti total dari asupan kafein. Ngopinya libur dulu. Tujuannya? Mengembalikan sensitivitas tubuh terhadap kafein, supaya efeknya kembali terasa meski dalam dosis

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Waktu jadi Bantara Pramuka di SMA dulu, salah satu pengalaman paling saya nikmati adalah ketika diberi ruang untuk membuat ide-ide kegiatan sendiri. Di usia 17 tahun, itu terasa seperti jadi project manager kecil-kecilan. Salah satu ide “hebat” saya waktu itu: mengajak puluhan

Waktu jadi Bantara Pramuka di SMA dulu, salah satu pengalaman paling saya nikmati adalah ketika diberi ruang untuk membuat ide-ide kegiatan sendiri. Di usia 17 tahun, itu terasa seperti jadi project manager kecil-kecilan.

Salah satu ide “hebat” saya waktu itu: mengajak puluhan
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Seni menciptakan topik. Orang-orang desa amat lihat bab ini. Perihal pertanyaan masak apa hari ini, kalau ditanyakan oleh orang kota tentu akan tersandung pasal 'julid'. Aspirasi budaya di desa tidak demikian. Menanyakan menu tidak ada maksud bersaing level masakan. Tidak juga

Seni menciptakan topik. Orang-orang desa amat lihat bab ini. Perihal pertanyaan masak apa hari ini, kalau ditanyakan oleh orang kota tentu akan tersandung pasal 'julid'. 

Aspirasi budaya di desa tidak demikian. Menanyakan menu tidak ada maksud bersaing level masakan. Tidak juga
Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

First principles thinking itu agar kita bisa memecahkan masalah secara lebih tepat bukan sekadar ikut-ikutan cara lama. Kebanyakan kita cenderung memilih cara yang sudah ada, terlihat cepat, dan dianggap “aman”, tanpa sempat mengurai akar masalahnya dan mempertanyakan ulang

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Sebuah skill yang underated hari ini adalah: storytelling. Kemampuan ini begitu amat berharga tapi kerap disepelekan. Kenapa kemampuan ini berharga? Bagini. Hari ini kita dihadapkan pada masalah personal masal banyak orang, yakni: Ada begitu banyak orang gagap, malas, tidak

Rizky (@rizkydrahmawan) 's Twitter Profile Photo

Sesederhana itu kebahagiaan rakyat. Ya, kalau ditarik ke first principle thinking, sebetulnya untuk apa lomba-lomba Agustusan? Jawaban dasarnya: untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang bisa dinikmati siapa saja, tanpa memandang isi dompet atau status sosial. Tiap tahun,

Sesederhana itu kebahagiaan rakyat.
Ya, kalau ditarik ke first principle thinking, sebetulnya untuk apa lomba-lomba Agustusan?
Jawaban dasarnya: untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang bisa dinikmati siapa saja, tanpa memandang isi dompet atau status sosial.

Tiap tahun,