Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile
Aksara Jeda

@aksarajeda

aksarajeda

ID: 1592501096626368512

calendar_today15-11-2022 12:54:03

216 Tweet

230 Followers

10 Following

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Bisakah kita duduk sejenak? bercengkrama dengan diri sendiri, sembari merajut asa yang kian menepi, lalu yang tersisa hanya kenangan yang tersesali. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Hidupku pernah setenang malam, yang di dalam kalam temaram, aku menggenggam tanganmu penuh deru, sekalipun terlelap sungguh, aku tetap saja merima cinta utuh darimu, Bu. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Biasa akan keadaan, namun tak terbiasa dengan rasa yang ada dibaliknya, dan yang tersisa hanyalah sepi, dari tidak ada - menjadi ada - kemudian tiada, siklus yang acap kali gagal menangkap esensi, mencari arti, untuk apa terlahir dihidup ini? ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Bolehkah ak kembali pulang?, dalam pelukmu yang menenangkan, rasanya tak ada lagi riuh yang harus padam, tak ada lagi yang harus di jaga dengan segenap jiwa, kalaupun terjaga hingga pagi buta, hanyalah tuk mencari serpihan yang tersisa. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Aku tak miliki rasa tuk dibagi, namun, hanya berharap kenangan yang terlewati; tetap terpatri, menyisakan senyum lirih, ketika kau mengingatku kembali. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Kita sering kali berkomunikasi, namun tidak secara komunikatif, berebut bicara, dan enggan mendengarkan, seakan perspektif akan dirinya, lebih - lebih dari yang berbeda. Tak lelah kah?.

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Bagaimana caramu membaca pesan Tuhan, jika kau terus saja merasa paling ter-Luka, sedang Dia tak henti mengirim perpanjangan tanganNya untuk merengkuhmu, namun kau sibuk dengan luka yang kau buat terus menganga tanpa jeda. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Jika kontrakku denganMu habis, bisakah, bolehkah aku kembali padaMu dengan hening? karena bising telah mengikatku kuat dalam hidup ini. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Bukankah disudut keramaian isi kepalaku, ada pelukmu yang penuh candu? meredam setiap arogansi, agar tak berujung pada egosentris yang merajai. Lantas bagaimana caraku menyurut, rindu yang kian tersulut, bu? ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Dan ketika langit memanggil pulang, ku akan rebahkan raga dengan segala juang, mendekap rindu yang telah penuh karenamu, semoga sendu sedan beralih canda tanpa temu. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Masa membawa cerita, lalu dan kini tetap sama, aku dan kamu serupa renjana, dan kamu bagai rumah yang tak pernah usang; dan usai dalam semesta. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

Untuk sang puan. Sekalipun rindu yang tercipta karena ketiadaanmu penuh sesak, nyatanya kau memberi bekal ruang agar aku bisa bernafas sejenak, terima kasih telah menjadi pengajar, dan telah melahirkanku dihidup yang singkat ini. ~Pelangi Puisi~

Aksara Jeda (@aksarajeda) 's Twitter Profile Photo

mengeluh, bersandar, bercanda, dan kemudian tertawa. aku rindu masa itu, bu. lembutnya tanganmu mengusap keningku, seraya berkata, "Doa ibu menyertai", serupa mantra, hening semua isi kepala. ~Pelangi Puisi~