Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile
Zastrouw Al-Ngatawi

@zastrouw

ID: 1326076598

calendar_today04-04-2013 03:49:24

229 Tweet

841 Followers

6 Following

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Kebebasan yg ada tdk lg menjadi air yg menyejukkan dan menghidupi, tapi telah menjadi banjir yg menenggelamkan dan menghancurkan yg lemah,

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Meski disampaikan dg cara sederhana ungkapan cinta dan pengabdian yg tulus akan tembus dan ditrm smpai dasar hati (#ultah bu sinta nuriyah)

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Dlm tumpukan sampah pradaban dg bau kmunafikan yg menyengat, msh ada mutiara hati yang memancarkn ketulusan. Bth kjelian untk mnemukannya.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Pemimpin adil memiliki tempat terhormat di hati rakyat. Shg tak perlu membuat tim kuasa hkm atau pasukan khusus unt jaga diri saat trn tahta

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Kira2 gnm ya wajah generasi kita ke dpn yg saat ini dimanjakan dg harta hsl korupsi dan jarah uang rkyt serta anak2 yg miskin dan krg gizi?

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Menyerahkan amanat dan kekuasaan pd org2 yg haus kekuasaan spt menitipkan ayam pd srigala. Perlu waspada krn skrg byk srigala berbulu domba

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Saatnya pr penipu, penjilat dan prampok berganti wajah. Mrk sembunyi di blk topeng indh dan tabir mewah yg menggiurkan.Ttp waspada dan hati2

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Modernisme dan liberalisme adl binatang buas, bila tdk kau jinakkan dia akan memangsamu. Tradisi dan kearifan adlh alat unt menjinakkannya.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Indonesia menggelar pentas sandiwara akbar. Ayo penonton tetep melihat dg kritis. Jangan sampai hanyut, tertipu oleh akting para aktor.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Pr aktor sdg bertarung merebut permen kekuasaan yg disebar oleh sutradara. Smg permennya tdk diberi obat yg bikin mabok org yg menikmatinya

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Kpn ya mutiara kejujuran yg tertutup tumpukan sampah kemunafikan bs terungkap agar sinarnya bs memancar shg kt tdk dlht sbg bangsa sampah?

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Pemimpin yg dicintai rakyat itu tdk rakus harta, bersikap adil dan bijaksana, bcr tegas dan lugas, bkn yg suka obral janji dan bcr plin plan

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Waspada dan tetap kritis.Skenario memecah belah bangsa sdh dimulai. Yg terprovokasi adlh pengkhianat bangsa dan ulama yg sdh mendirikan NKRI

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Wujud cinta adlh pengorbanan unt yg dicintai dg laku nyata, bkn mengorbankan yg dicintai unt kepentingan sendiri dg cr pasang foto di baliho

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Merawat indonesia seperti menjaga barang pecah belah. Tdk ckp dg janji dan materi tapi perlu kepekaan hati, kesabaran dan ketlatenan.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Kampanye skrg kok Berisik, bising, bikin macet dan menakutkan. Heran... Kampanye kok bukannya narik simpati tapi malah menumbuhkan antipati.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Kampanye yg mestinya unt menarik simpati dan mengikat hati kok malah jd ajang hura2 unjuk gigi dan arogansi yg menumbuhkan antipati, aneh...

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Konsep karma, kualat dll mmbuat org taat hkm meski tanpa aparat.Hukum trtulis yg bs dbeli mmbuat tatanan rusak, krn tak ada lg benteng hati.

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Stlh konf pers kmrn, xbata dpt paket isinya paku, mercon dirakit dg tulisan dikertas putih: "Jgn rusak PKB hy krn kalian tdk dpt posisi."

Zastrouw Al-Ngatawi (@zastrouw) 's Twitter Profile Photo

Satu2nya Jln dan cara unt mencapai tujuan yg ada saat ini sgt kotor dan keji.Apa mgkn kita kembali pd cara dan jln lama yg penuh kearifan?