ماندرافاهلاو (@mandrapahlawa) 's Twitter Profile
ماندرافاهلاو

@mandrapahlawa

hanya bisa dihubungi lewat twitter saja.

ID: 105150852

linkhttp://mandrapahlawa.blogspot.co.id calendar_today15-01-2010 14:16:43

23,23K Tweet

570 Takipçi

443 Takip Edilen

ماندرافاهلاو (@mandrapahlawa) 's Twitter Profile Photo

Bulan Desember 2019 ini ditutup dengan trip dadakan mengelilingi Sumba Timur, biar kayak anak opentrip. Semua gambar diambil dan diedit menggunakan smartphone #xiaomi #redminote8

Bulan Desember 2019 ini ditutup dengan trip dadakan mengelilingi Sumba Timur, biar kayak anak opentrip. Semua gambar diambil dan diedit menggunakan smartphone #xiaomi #redminote8
hellen (@peachyslen) 's Twitter Profile Photo

to anyone who like to say “we’re not scared of coronavirus and anything, we’re only scared of god” pls give them this video to watch

jogjaupdate.com (@jogjaupdate) 's Twitter Profile Photo

ayo di rumah saja, hindari ke luar rumah dan jalani hidup sehat ... yang sabar, tetap optimis, tidak perlu saling nyalahke ... jangan panik, waspada penting, jangan termakan hoax ... semoga semua kembali aman dan kita diberi perlindungan ... #jogjabisa

BMKG (@infobmkg) 's Twitter Profile Photo

Stasiun Geofisika Ambon juga berhasil mengabadikan penampakan hilal awal bulan Sya'ban Semoga kita diberi kesehatan dan dibebaskan dari covid-19 sehingga 30 hari lagi kita kan menyaksikan iklan sirup menguasai televisi Indonesia.

Stasiun Geofisika Ambon juga berhasil mengabadikan penampakan hilal awal bulan Sya'ban

Semoga kita diberi kesehatan dan dibebaskan dari covid-19 sehingga 30 hari lagi kita kan menyaksikan iklan sirup menguasai televisi Indonesia.
Bismahakim (@biskims) 's Twitter Profile Photo

Kalau ada penghargaan untuk yg bisa mempertahankan rasa dan bentuk selama puluhan tahun, Burger Monalisa bisa jadi kandidat terkuat. Mungkin memang bukan burger yang terbaik, tapi burger yang lekat di ingatan byk org terutama buat org Jogja. Maybe the first burger stall in town.

Kalau ada penghargaan untuk yg bisa mempertahankan rasa dan bentuk selama puluhan tahun, Burger Monalisa bisa jadi kandidat terkuat. Mungkin memang bukan burger yang terbaik, tapi burger yang lekat di ingatan byk org terutama buat org Jogja. Maybe the first burger stall in town.
Potret Lawas (@potretlawas) 's Twitter Profile Photo

Naluri kanak² di mana pun kiranya sama: naluri bermain, sekalipun sekadar naik ke punggung kerbau. 💙 Dari awal: Berastagi dan Makassar (1929), Madura dan Bajawa, Flores (1920-an) – arsip Tropenmuseum. Selamat pagi.

Naluri kanak² di mana pun kiranya sama: naluri bermain, sekalipun sekadar naik ke punggung kerbau. 💙

Dari awal: Berastagi dan Makassar (1929), Madura dan Bajawa, Flores (1920-an) – arsip Tropenmuseum.

Selamat pagi.
Potret Lawas (@potretlawas) 's Twitter Profile Photo

Ki Hadjar Dewantara sekeluarga di tanah Minang, 1936. Mereka melawat Indonesisch Nederlandsch School Kayutanam binaan Engku Moh Sjafei yang seperti Taman Siswa, juga berasas kebangsaan. Menurut Ki Hadjar, semua golongan mesti bersatu, saling sokong demi hal sepenting pendidikan.

Ki Hadjar Dewantara sekeluarga di tanah Minang, 1936. Mereka melawat Indonesisch Nederlandsch School Kayutanam binaan Engku Moh Sjafei yang seperti Taman Siswa, juga berasas kebangsaan.

Menurut Ki Hadjar, semua golongan mesti bersatu, saling sokong demi hal sepenting pendidikan.
Potret Lawas (@potretlawas) 's Twitter Profile Photo

Negeri di Bawah Kabut. Ini dokumenter apik yang membuka selubung hidup keluarga petani di lereng Merbabu menghadapi musim dan masa yang tak tentu. Semua lewat cerita, mulut, dan suara mereka sendiri. Tanpa jargon-jargon, apa adanya. Ritwit dan tonton: youtu.be/kRFx__WMp40

Potret Lawas (@potretlawas) 's Twitter Profile Photo

Menumpang kereta api dalam wilayah Republik di Jawa, circa Oktober 1946. Ratusan orang dg pelbagai bawaan bersesakan, berebut tempat di sekujur sepur. Jadwal dan kondisi tak tentu membuat mereka rela bertaruh apa saja demi dapat terangkut. Potret IPPHOS/Arsip Nasional RI.

Menumpang kereta api dalam wilayah Republik di Jawa, circa Oktober 1946.

Ratusan orang dg pelbagai bawaan bersesakan, berebut tempat di sekujur sepur. Jadwal dan kondisi tak tentu membuat mereka rela bertaruh apa saja demi dapat terangkut. Potret IPPHOS/Arsip Nasional RI.