Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile
Prof. Dr. Erma Yulihastin

@eyulihastin

Climatologist and Research Professor on Climatology & Climate Change at the Research Center for Climate and Atmosphere, BRIN.

ID: 2912180479

linkhttps://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2307410824001184 calendar_today27-11-2014 20:05:09

5,5K Tweet

40,40K Takipçi

560 Takip Edilen

Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Penemuan yang luar biasa. Tim penelitinya dari BRIN dan Oxford, menunjukkan kolaborasi dan kesetaraan. Semoga principal investigator-nya berasal dari BRIN dan temuannya segera bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah reputasi tinggi yg akan menjunjung nama Indonesia di kancah dunia.

Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Terima kasih kenapa Bandung Eksekutif Forum (BEF), yang telah memfasilitasi dan menjadi konektor yang mempertemukan antara ilmuwan dan pihak eksekutif dan kepada sekitar 70 peserta yang aktif terlibat dalam diskusi. Selengkapnya bisa dilihat di YouTube: youtube.com/watch?v=5psSDA…

Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Update: badai tropis 95B dg kecepatan angin 34 km/jam pada awalnya terbentuk dari badai vortex yg tumbuh dari Selat Malaka, menimbulkan hujan ekstrem dan angin kencang di Malaysia utara (termasuk KL). Badai ini juga bikin angin hujan badai di Aceh, Medan, dan Sumbar.

Update: badai tropis 95B dg kecepatan angin 34 km/jam pada awalnya terbentuk dari badai vortex yg tumbuh dari Selat Malaka, menimbulkan hujan ekstrem dan angin kencang di Malaysia utara (termasuk KL). Badai ini juga bikin angin hujan badai di Aceh, Medan, dan Sumbar.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Update: siklon tropis Fina terus menguat jadi kategori 4 (195 km, dan efek angin kencangnya bisa sampai ke selatan (Canberra: 76 km/j). Siklon ini juga memicu pembentukan klaster awan masif di wilayah: Nusa Tenggara Barat, Lombok, Bali, Jatim-Jateng. Waspada cuaca ekstrem.

Update: siklon tropis Fina terus menguat jadi kategori 4 (195 km, dan efek angin kencangnya bisa sampai ke selatan (Canberra: 76 km/j). Siklon ini juga memicu pembentukan klaster awan masif di wilayah: Nusa Tenggara Barat, Lombok, Bali, Jatim-Jateng. Waspada cuaca ekstrem.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Update: di Selat Malaka (laut yg tertutup dan sempit itu), bibit badai siklon 95B kian menguat, memicu pembentukan MCC massif yg membuat hujan persisten di wilayah Sumatra bagian utara dan barat. Angin kencang yg sustain juga dapat menghantam Aceh dan Sumut.

Update: di Selat Malaka (laut yg tertutup dan sempit itu), bibit badai siklon 95B kian menguat, memicu pembentukan MCC massif yg membuat hujan persisten di wilayah Sumatra bagian utara dan barat. Angin kencang yg sustain juga dapat menghantam Aceh dan Sumut.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Rekomendasi wisata selama Nataru 2025. Yuk kreatif, aktifkan lagi wisata sejarah, gedung-gedung tua dan bersejarah, pameran seni, wisata kota, kerajinan, kuliner, dan indoor-based activity lainnya. instagram.com/reel/DRazLdAEh…

Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Kekuatan gerakan organik dari publik melalui berbagai komunitas kebencanaan yang teredukasi dg baik adalah kunci mitigasi bencana yg efektif dan telah diadopsi oleh negara-negara maju untuk menghadapi situasi krisis iklim saat ini.

Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Pray for central Tapanuli flash flood. This devastating flash flood is triggered by extreme rainfall (229 mm recorded in Tobing station on 24 November) which associated with development of tropical storm 95B over the Malacca Strait around one week previously.

Pray for central Tapanuli flash flood. This devastating flash flood is triggered by extreme rainfall (229 mm recorded in Tobing station on 24 November) which associated with development of tropical storm 95B over the Malacca Strait around one week previously.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Update: telah diberi nama Senyar meskipun masih tergolong siklon tropis 0 atau lemah, posisinya kini berada di Medan, Sumatra Utara. Meskipun gerakan sikloniknya mulai pecah/terurai/melebar, namun sirkulasinya berpotensi terbentuk kembali dan menuju ke selat Malaka esok hari.

Update: telah diberi nama Senyar meskipun masih tergolong siklon tropis 0 atau lemah, posisinya kini berada di Medan, Sumatra Utara. Meskipun gerakan sikloniknya mulai pecah/terurai/melebar, namun sirkulasinya berpotensi terbentuk kembali dan menuju ke selat Malaka esok hari.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Definitely agree! Since now 04B named Senyar, this TC recorded as the second as tropical cyclone in lesser latitude after Vamei in 2001. Notably, it is also proved that, this once of the 100-400 years event now become 20-40 years. Senyar may intensify on 28 November over Aceh.

Definitely agree! Since now 04B named Senyar, this TC recorded as the second as tropical cyclone in lesser latitude after Vamei in 2001. Notably, it is also proved that, this once of the 100-400 years event now become 20-40 years. Senyar may intensify on 28 November over Aceh.
Prof. Dr. Erma Yulihastin (@eyulihastin) 's Twitter Profile Photo

Scientist still struggle to predict earthquake. One of method is predict it from the top of the atmosphere. This lecture showing to us the state of the art in ionosphere studies related with earthquake signals. BRIN Indonesia

Scientist still struggle to predict earthquake. One of method is predict it from the top of the atmosphere. This lecture showing to us the state of the art in ionosphere studies related with earthquake signals. 
<a href="/brin_indonesia/">BRIN Indonesia</a>